• Tugas Guru

    Tugas Guru adalah blog personal yang membahas tentang karya inovasi pembelajaran bagi guru dalam menjalankan tugasnya secara profesional di sekolah.

  • Teacher's Task

    Teacher's Tasks is a personal blog that discusses the work of learning innovations for teachers in carrying out their duties professionally at school.

  • Tugas Guru

    Tugas Guru adalah blog personal yang membahas tentang karya inovasi pembelajaran bagi guru dalam menjalankan tugasnya secara profesional di sekolah.

  • Teacher's Task

    Teacher's Tasks is a personal blog that discusses the work of learning innovations for teachers in carrying out their duties professionally at school.

  • Tugas Guru

    Artikel Pendidikan Pengembangan Kapabilitas Guru di Era Digital.

  • Tugas Guru

    Tugas Guru adalah blog personal yang membahas tentang karya inovasi pembelajaran bagi guru dalam menjalankan tugasnya secara profesional di sekolah.

Tugas Modul 2.3.a.9. Koneksi Antar Materi – Coaching.

Terima kasih, pada tulisan kali ini saya akan menjelaskan tentang Tugas Modul 2.3.a.9. Koneksi Antar Materi – Coaching. Tugas ini adalah tugas yang harus diselesaikan pada Program Pendidikan dan Pelatihan Calon Guru Penggerak Angkatan ke 4 Kab. Boyolali.

Yang harus dipahami pada modul tersebut adalah bahwa proses coaching memiliki peran untuk menggali potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh siswa melalui pertanyaan yang reflektif agar tercapai semua tujuan siswa untuk memecahkan segala permasalahan yang dihadapi.

Menurut modul 1 guru berperan untuk membimbing kodrat alam  yang dimiliki siswa agar dapat mengembangkan potensi dan kemampuan sesuai dengan bakat dan minatnya.

Peserta didik dan komunitas belajar harus memiliki kemampuan dalam mengelola emosi, memiliki sifat empati yang tinggi, mampu mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab dengan penuh kesadaran (mindfulness), yang berpihak pada siswa agar dapat mencapai kebahagiaan tinggi-tingginya sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara .

Sementara  kemerdekaan dalam pendidikan  menurut  Ki Hajar Dewantara  bermakna: Tidak hidup terperintah, artinya seseorang bisa menentukan arah tujuan sendiri atau dapat memerintah sendiri. Berdiri tegak karena kekuatan sendiri, kemandirian  dalam  mencapai tujuan dengan usaha sendiri. (Sumber : sman1pringgarata)

Dalam proses pembinaan guru dan siswa berkolaborasi positif, komunikasi yang asertif, dengan proses pembinaan yang mengarahkan pertanyaan-pertanyaan yang reflektif untuk menggali potensi dan kemampuan siswa untuk kemudian menyelesaikan permasalahannya sendiri, dan mampu melaksanakan komitmennya dengan penuh rasa tanggung jawab.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam proses coaching :

1.   Coach akan memberikan tuntunan kepada coachee

2.   Coach akan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang reflektif dan membangun

Melalui pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan coach (guru) tersebut selanjutnya coachee (dalam hal ini siswa) akan berpikir kritis dan berpikir lebih dalam untuk kemudian berusaha untuk menemukan potensinya, dan akhirnya coachee akan menemukan pemecahan sendiri terhadap masalah yang dihadapi.

Inilah pentingnya guru untuk menguasai keterampilan untuk meningkatkan pembelajarannya.

Mengapa seorang guru harus memiliki keterampilan melatih dengan baik?

Karena dengan keterampilan coaching yang baik, melalui proses coaching yang tepat seorang guru akan mampu menggali potensi dan kemampuan siswa dengan baik, mampu memaksimalkan proses berfikir dan kreatif pada diri siswa, serta mampu menanamkan cara pengambilan keputusan yang tepat dan bertanggung jawab.

Keterampilan yang harus dikuasai agar dapat menjalankan  pelatihan  dengan baik antara lain :

1.    Membangun dasar bagi proses coaching

2.    Membangun hubungan baik dengan semua komponen sekolah 

3.    Ketrampilan berbicara, komunikasi yang baik terhadap semua warga sekolah

4.    Memfasilitasi pembelajaran peserta didik

Penerapan coaching menggunakan tehnik TIRTA yaitu meliputi :

1.  Tujuan utama yaitu menyampaikan tujuan dari coaching

2.  Identifikasi dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan yang reflektif serta umpan balik yang mengarah pada penggalian potensi coachee

3.  Rencana aksi dengan cara menyampaikan pertanyaan-pertanyaan dan juga umpan balik mengenai rencana aksi yang akan dijalankan coachee dalam usaha menyelesaikan masalahnya berdasarkan potensi yang dimiliki

4.  Tanggung jawab (komitmen coachee dalam menjalankan rencana aksi yang telah direncanakan untuk melaksanakan pemecahan masalah yang dihadapi)

Demikianlah penjelasan saya tentang Tugas Modul 2.3.a.9. Koneksi Antar Materi–Coaching

Berikut Tugas Modul 2.3.a.9. Koneksi Antar Materi-Coaching dalam bentuk mindmap : 

Tugas Modul 2.3.a.9. Koneksi Antar Materi - Coaching

Demikian penjelasan saya tentang Tugas Modul 2.3.a.9. Koneksi Antar Materi–Coaching

Praktek Pembelajaran bisa dilihat melalui link : 




Share:

Jurnal Refleksi Minggu ke-4 Calon Guru Penggerak

Jurnal Refleksi Minggu ke-4 Calon Guru Penggerak ini dibuat Sesuai model 5R (Bain, dkk, 2002, dalam Ryan & Ryan, 2013)

 

Jurnal Refleksi Minggu ke-4 Calon Guru Penggerak

1 Reporting (Pelaporan kegiatan)

Pembelajaran dalam diklat Calon Guru Penggerak minggu ke-4 adalah tentang nilai dan peran guru penggerak sesuai alur LMS, yaitu melalui kegiatan :

-      Eksplorasi konsep mandiri sesuai alur LMS

-      Ruang kolaborasi

-      Diskusi virtual dengan meeting zoom

-      Presentasi virtual dan

-      Refleksi terbimbing.

 

2. Responding (Menanggapi)

Kegiatan Diklat Calon Guru Penggerak memasuki minggu ke 4. Kegiatan dimulai dengan menggali nilai diri dan peran sebagai guru. Secara sadar ataupun tidak telah menjalankan nilai dan peran seorang guru penggerak walaupun tidak secara menyeluruh. Menggali dan mengenali diri sendiri dengan cara menggambar diagram trafesium usia, dan menuliskan secara menyeluruh peristiwa atau kejadian yang dilakukan dan dialami sejak lahir sampai dengan posisi usia sekarang. Mengingat dan mencatat kembali peristiwa yang terkesan dan tersimpan dalam diri yang masih diingat sampai sekarang. Baik sisi negatif maupun positif peristiwa yang dialami. Dengan menuliskan kejadian yang terkesan yang tetap bisa diingat sampai sekarang, dapat diambil hikmah bahwa sebagai guru dapat mengambil pelajaran bahwa seluruh tindakan kita sebagai guru akan tertanam dalam benak siswa selamanya.

Dengan menuliskan secara rinci kejadian yang dialami di usia sekolah akan dapat menjadi cara efektif menuntun diri sendiri untuk mengenali diri akan semua potensi yang ada, ataupun kelemahan diri, yang selanjutnya dapat dijadikan dasar pengembangan diri berbenah menjadi guru yang profesional di masa yang akan datang. Selanjutnya bisa menjadi pribadi yang selalu berusaha dan senantiasa yakin bisa menjadi guru terbaik bagi murid di sekolah masing-masing.

Kegiatan diakhiri dengan membuat refleksi diri dan aktualisasi diri dalam bentuk pembuatan poster digital. Dengan aplikasi ini ketrampilan diri bisa terus dikembangkan ditunjang dengan kemajuan teknologi pembuatan poster menjadi mudah dan cepat dengan aplikasi android “Poster maker”. Poster dibuat dalam bentuk Jpeg untuk selanjutnya diunggah di LMS semua CGP.

 

3. Relating (Keterkaitan dengan kegiatan)

Sesuai alur LMS Pada modul 1.2 ini saya mendapatkan pemahaman bahwa seorang guru penggerak untuk bisa menjalankan perannya dengan maksimal, ia harus menjiwai nilai - nilai; mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, serta berpihak kepada murid. Dengan nilai-nilai itu, sebagai guru bisa mewujudkan kepemimpinan murid, menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach yang baik untuk guru lain, dan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait yang menunjang kemajuan pembelajaran. Jika guru telah menjiwai nilai dan peran guru penggerak tersebut secara utuh makan mewujudkan profil pelajar Pancasila akan tercapai dengan baik. Peserta didik akan tertuntun menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri.

 

4. Reasoning (Penalaran)

Peran sebagai guru penggerak yang masih belum saya lakukan adalah menggerakkan komunitas praktisi, baik di sekolah maupun di forum KKG, karena sebagai guru saya masih banyak kekurangan, atau secara menyeluruh nilai dan peran guru penggerak tersebut belum bisa menjiwai secara paripurna.

 

Oleh karena itu, saya mengikuti Program Guru Penggerak, dengan tujuan agar mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang bagus mengenai peran guru sesungguhnya. Dengan kolaborasi bersama rekan CGP saya berharap mendapatkan beragam inspirasi dan praktik baik yang bisa saya terapkan dalam pembelajaran sehari-hari di masa yang akan datang lebih baik dan berpihak pada murid.

 

5. Rekonstruksi (Refleksi kegiatan)

Refleksi mandiri adalah merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan atau kekurangan yang ada pada diri sendiri ataupun kegiatan yang telah dilakukan, program yang telah dijalankan. Melalui refleksi, saya dapat memperbaiki kekurangan, meningkatkan yang sudah baik. Refleksi dapat kita jadikan pedoman untuk membuat dan menyusun rencana tindak lanjut yang lebih bagus dan komprehensip.


Melalui diklat Guru Penggerak ini, saya berusaha meningkatkan diri, memupuk kemandirian, serta rasa percaya diri untuk menggerakkan komunitas dalam berkolaborasi dengan baik, agar mampu menjadi guru yang inovatif untuk kemajuan belajar menuju perwujudan merdeka belajar.


Share:

Jurnal Refleksi Minggu-3 Pendidikan Calon Guru Penggerak

Jurnal Refleksi Minggu-3 Pendidikan Calon Guru Penggerak
Setelah 2 minggu sebelumnya fokus mempelajari filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara, barulah minggu ke 3 CGP mulai mempelajari tentang nilai dan peran guru penggerak melalui LMS 1.2. Dengan tugas awal menggambar diagram trafesium usia kami para peserta CGP mulai dengan mengenali diri sendiri. Mengingat kembali peristiwa masa lalu sejak usia sekolah sampai dengan posisi usia sekarang. Dengan menuliskan kejadian-kejadian istimewa yang terkesan teringat sampai sekang baik kejadian positif maupun negatif. Kejadian terkesan tersebut bisa diambil pelajaran untuk mengurai tentang nila diri sebagai Calon Guru Penggerak untuk kemudian dikembangkan menjadi nilai ke arah yang positif dalam menjalankan peran sebagai guru penggerak.

Dilihat dari struktur materi modul mungkin CGP diarahkan untuk dapat memahami diri pribadi melalui pengalaman belajar yang berkaitan dengan konsep diri dalam usaha meningkatkan pemahaman terkait nilai dan peran guru penggerak baik yang telah ada pada diri maupun yang diharapkan dapat ditingkatkan di masa yang akan datang. Setelah mengikuti alur pembelajaran modul LMS barulah aku tahu melalui diskusi dengan menyampaikan pendapat atau menanggapi pendapat CGP lain banyak hal yang bisa kami ambil pengetahuan dan pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran dalan menerapkan nilai dan peran guru penggerak di masa mendatang.

Banyak hal bisa saya pelajari dari materi dalam modul di LMS, ditambah pengetahuan dan pengalaman dari CGP lain melalui ruang diskusi. Dengan kolaborasi dalam kelompok diskusi, pada akhirnya seluruh peserta diharapkan dapat mengambil pelajaran untuk selanjutnya dapat memudahkan dalam mengimplementasikan nilai dan perannya sebagai guru penggerak. Ataupun pula dapat mengembangkan dalam aplikasi nyata di sekolah dengan teman sejawat.

Demikian jurnal yang bisa kami susun di minggu ke 3 ini.

Terima kasih….

 

Share:

Recent Posts