Karya Inovasi Guru

Karya Inovasi Guru adalah merupakan tuntutan yang harus dipenuhi oleh seorang guru era sekarang. Hal ini merupakan syarat utama seorang guru akan mengajukan usul kenaikan pangkat atau jabatan pada golongan yang lebih tinggi, atau ketika guru akan mengajukan diri untuk uji kompetensin Penilaian Kinerja Guru (PKG).

Beberapa tahun yang lalu kita mengenal istilah Guraru (Guru Era Baru). Istilah itu begitu terkenal di kalangan pendidik. Istilah itu adalah merupakan gambaran begitu ketatnya tuntutan jaman bagi seorang guru. Yaitu tuntutan agar guru bisa membawa generasi muda bangsa ini untuk mampu menghadapi era baru yang diprediksi serba canggih. Bisa jadi perkembangan ilmu pengetahuan dengan adanya teknologi yang semakin maju membawa suatu kondisi dimana dengan teknologi di tangan setiap orang memungkinkan siswa lebih tahu dulu suatu pengetahuan dibandingkan gurunya di kelas. Hal ini disebabkan perkembangan teknologi membantu seluruh informasi dengan sangat cepat bisa diakses oleh semua orang. Bahkan siswa mungkin lebih cepat mengakses dibandingkan guru. Jika itu terjadi maka dapat kita bayangkan betapa memprihatinkan proses pembelajaran di kelas. Oleh karenanya adalah hal yang wajar di era baru ini guru dituntut bekerja secara profesional.
Guru profesional harus mampu mengembangkan pembelajaran yang inovatif sesuai dengan karakteristik peserta didik dan materi pembelajaran dalam rangka meningkatkan ketrampilan peserta didik sehingga mampu berfikir kritis, kreatif dan inovatif, dan mampu memecahkan masalah, mampu berkomunikasi secara baik dan mampu bekerjasama dengan peserta didik lain secara baik.
Guru profesional juga harus mampu berinovasi yang dapat membantu memecahkan permasalahan pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar yang bermutu agar peserta didik dapat mengembangkan potensinya dan mampu beradaptasi dengan tuntutan abad 21 dan era revolusi industri 4.0.
Kompetensi guru merupakan perpaduan antara kemampuan personal, keilmuan, teknologi, sosial dan spiritual yang secara kafah membentuk kompetensi standar profesi guru. Kemampuan personal yang diharapkan salah satunya adalah menulis karya ilmiah yang terpublikasikan di perpustakaan, media cetak atau elektronik yang diakui. Terpenuhinya publikasi ilmiah akan menjadi salah satu tolak ukur profesionalitas seorang guru.
Menulis seharusnya menjadi suatu kegiatan wajib bagi guru. Akan tetapi pada kenyataannya tidak jarang guru enggan untuk menulis. Hal ini diyakini karena menulis memang lebih banyak ditentukan oleh kemauan dan ketekunan, bukan sekedar kemampuan. Semestinya guru harus lebih banyak dimotivasi untuk menulis, bisa diawali dengan mengamati tulisan karya orang lain yang telah memenuhi standar ilmiah karya tulis ilmiah guru. Selanjutnya bisa memulai dengan meniru karya orang lain dengan memodifikasi dengan cara memasukkan gagasan-gagasan sendiri sehingga selanjutnya dapat menghasilkan karya ilmiah sendiri yang baik, menarik dan berkualitas.
Karya tulis ilmiah atau yang biasa disebut KTI adalah laporan tertulis tentang suatu kegiatan ilmiah. Karakteristik sebuah KTI dapat dikaji dari minimal 4 aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan substansi, sikap penulis, serta bahasa tulisan. Struktur sajian KTI biasanya terdiri dari pendahuluan, pokok bahasan, dan bagian akhir yang berupa kesimpulan. Sebuah KTI dapat dikatakan hasil dari pengembangan profesi jika memenuhi kriteria : 
1). Asli (Original) artinya tulisan hasil gagasan sendiri sesuai bidang kerja guru bukan copas karya orang lain. 
2). Perlu/bermanfaat (Useful) artinya tulisan itu berguna bagi setidaknya bagi penulis sebagai seorang guru dirasakan manfaatnya secara langsung oleh guru dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. 
3). Ilmiah (Scientific) artinya tulisan memenuhi kaidah penulisan secara ilmiah. Dan terakhir adalah 
4). Konsisten (Concistency) artinya bahwa karya tulis bersifat konsisten dalam mengemukakan gagasan, yaitu berupa pemikiran yang utuh, baik secara keseluruhan maupun hubungan antar bagian dalan tulisan yang disajikan.
Ada beberapa contoh KTI hasil pengembangan profesi, diantaranya: KTI hasil penelitian/pengkajian/survei/evaluasi, KTI yang merupakan tinjauan atau gagasan sendiri dalam bidang pendidikan, KTI yang berupa tulisan ilmiah populer yang disebarkan melalui media masa (artikel ilmiah populer), KTI yang berupa tinjauan/gagasan/ulasan ilmiah yang berupa makalah, KTI yang berupa buku pelajaran, KTI yang berupa diktat pelajaran, dan KTI yang berupa karya terjemahan.
Penulisan karya tulis ilmiah bagi guru dapat berfungsi sebagai rujukan/referensi untuk meningkatkan wawasan atau menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Dengan menulis karya ilmiah akan bermanfaat meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikannya secara sistematis, memperluas wawasan, serta memberi kepuasan intelektual, disamping menyumbang terhadap perluasan cakrawala ilmu pengetahuan.
Berikut kami sampaikan beberapa contoh Karya Tulis Ilmiah Guru yang telah berhasil kami susun dan telah lolos dalam penilaian Karya Tulis Ilmiah Guru dan telah mendapatkan sertifikat kelulusan sebagai sebuah karya tulis ilmiah bidang pendidikan berupa laporan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Yang merupakan tulisan hasil penelitian tindakan guru di kelas dalam rangka inovasi guru dalam pembelajaran di kelas.

No

Judul Karya

 1

Peningkatan Prestasi Belajar Siswa tentang Perkalian dan Pembagian Melalui Pendekatan Kelompok Tutor Sebaya
pada Siswa Kelas IV SD Negeri Munggur Tahun Pelajaran 2013/2014

Lihat Berkas : PTK Lengkap

Lihat Berkas : Jurnal Lengkap

Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar Matematika Siswa Tentang Bangun Ruang Melalui Metode Penemuan Terbimbing Secara Kelompok dengan Media Bottom-Up Puzzle Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Munggur Tahun Pelajaran 2014/2015

Cover, Halaman Pengesahan, Abstrak, Kata Pengantar, Daftar Isi, Dantar Lampiran

BAB I Pendahuluan

BAB II Kajian Pustaka

BAB III Metodologi Penelitian

BAB IV  Hasil Penelitian dan Pembahasan

BAB V Penutup

Daftar Pustaka

Lampiran : 

1. RPP Siklus 1

2. RPP Siklus 2

3. Media Pembelajaran

4. Penilaian Siklus 1

5. Penilaian Siklus 2

6. Lembar Observasi

7. Surat Pernyataan Teman Sejawat

8. Foto Kegiatan Pembelajaran

9. Foto Seminar Publikasi

 

Peningkatan Prestasi Belajar PKn Tentang Pengambilan Keputusan Bersama Melalui Metode Bermain Peran dengan Model Pembelajaran Cooperative Learning Pada Siswa Kelas V SD Negeri Munggur Tahun Pelajaran 2015/2016

Cover, Halaman Pengesahan, Abstrak, Kata Pengantar, Daftar Isi, Dantar Lampiran

BAB I Pendahuluan

BAB II Kajian Pustaka

BAB III Metodologi Penelitian

BAB IV  Hasil Penelitian dan Pembahasan

BAB V Penutup

Daftar Pustaka

Lampiran : 

1. RPP Siklus 1

2. RPP Siklus 2

3. Media Pembelajaran

4. Penilaian Siklus 1

5. Penilaian Siklus 2

6. Lembar Observasi

7.  Surat Pernyataan Teman Sejawat

8. Foto Kegiatan Pembelajaran

9. Foto Seminar Publikasi

  



Karya Inovasi Guru di atas adalah contoh Karya Inovasi Guru yang telah kami lakukan dan telah lolos uji kompetensi dalam rangka kenaikan pangkat/golongan IV/b. Inilah contoh tulisan kami sebagai guru, semoga bermanfaat dan selanjutnya tulisan-tulisan kami sedang dalam proses penilaian pada lembaga yang berwenang menilai, semoga ke depan bisa lancar. Aamiin...

Share:

Tidak ada komentar:

Recent Posts