• Tugas Guru

    Tugas Guru adalah blog personal yang membahas tentang karya inovasi pembelajaran bagi guru dalam menjalankan tugasnya secara profesional di sekolah.

  • Teacher's Task

    Teacher's Tasks is a personal blog that discusses the work of learning innovations for teachers in carrying out their duties professionally at school.

  • Tugas Guru

    Tugas Guru adalah blog personal yang membahas tentang karya inovasi pembelajaran bagi guru dalam menjalankan tugasnya secara profesional di sekolah.

  • Teacher's Task

    Teacher's Tasks is a personal blog that discusses the work of learning innovations for teachers in carrying out their duties professionally at school.

  • Tugas Guru

    Artikel Pendidikan Pengembangan Kapabilitas Guru di Era Digital.

  • Tugas Guru

    Tugas Guru adalah blog personal yang membahas tentang karya inovasi pembelajaran bagi guru dalam menjalankan tugasnya secara profesional di sekolah.

Peningkatan Kemampuan Guru Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis TIK

Kemampuan Guru Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis TIK

Dampak Pandemi covid-19 sangat besar terhadap pendidikan di Indonesia. Hal ini sangat berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Hampir seluruh aktifitas pembelajaran dilakukan secara daring. Hal ini dilakukan karena pertemuan tatap muka di kelas dikawatirkan akan menjadi faktor penyebaran virus corona di sekolah, yang tentunya berbahaya bagi siswa. Dengan dibatasinya kontak fisik secara langsung dengan siswa, yang mana kerumunan siswa di sekolah dianggap akan menyebabkan klaster penyebaran virus corona di sekolah. Maka diharuskan seluruh sekolah malakukan pembelajaran secara daring melalui teknologi komunikasi, baik melalui televisi, radio, maupun internet dengan menggunakan komputer dan atau handphone siswa yang sebelumnya memang siswa dan orang tua siswa telah terbiasa menggunakan untuk komunikasi sehari-hari.

Pandemi covid-19 menuntut semua guru dan murid untuk menggunakan teknologi informasi dalam pembelajaran. Pembelajaran daring tentunya menuntut guru untuk mahir dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Oleh karena itu kemampuan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran dengan berbagai inovasi teknologi terbaru sangat ditekankan. Siswa dan orang tua siswa hampir bisa dipastikan telah terbiasa menggunakan handphone dengan baik di rumah. Akan tetapi siswa jika tidak mendapatkan pengawasan dan bimbingan dari semua pihak dalam memanfaatkan handphone, maka tidak ada yang bisa menjamin akan cenderung digunakan pada hal-hal yang tidak bermafaat dan bahkan merugikan dirinya sendiri dan juga orang lain di sekitarnya. Disinilah diperlukan ketrampilan dan keahlian guru dalam membimbing dan mengarahkan siswa untuk menggunakan handphone dan teknologi lain untuk sebesar-besar pemanfaatan yang tepat dan baik dalam pembelajaran. Sehingga pembelajaran daring yang harus dijalankan oleh setiap guru dalam pembelajaran dengan murid-muridnya bisa berjalan sesuai yang diharapkan. Artinya bahwa penggunaan media dalam pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Setelah 2 tahun lebih pandemi covid-19 berlalu, memasuki era kenormalan baru dengan pembelajaran tatap muka terbatas di setiap sekolah tentunya menerapkan kebijakan yang berbeda-beda, kaitannya dengan pembelajaran daring. Ada yang masih terus melanjutkan pembelajaran dengan secara daring, ada yang menghentikan sama sekali dan kembali pembelajaran di kelas dengan protokol covid-19 secara ketat. Tentunya dengan melalui berbagai pertimbangan masing-masing sekolah dengan tujuan pembelajaran di sekolah bisa berjalan dengan sebaik-baiknya. Demikian juga dengan SD Negeri Karangasem untuk menunjang kelancaran pelaksanaan pembelajaran di era kenormalan baru dengan tatap muka terbatas, mengambil kebijakan dengan menerapkan blended learning, yaitu dengan tetap menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Akan tetapi tidak dengan cara daring penuh, tetapi perpaduan antara daring dan tatap muka terbatas. Dengan pertimbangan bahwa penggunaan teknologi dengan handphone melalui aplikasi whatshapp, classroom, google form, kahoot, dan lain-lain yang telah banyak dimanfaatkan guru dalam proses pembelajaran daring dengan siswa, tidak begitu saja ditinggalkan karena berbagai macam aplikasi teknologi komunikasi tersebut telah terbukti selama 2 tahun lebih dapat dimanfaatkan oleh guru untuk melakukan proses belajar mengajar dengan baik, walaupun tentunya banyak kendala yang pasti ditemuai oleh guru maupun siswa. Tetapi dengan kerjasama bimbingan orang tua pada putra-putrinya dengan baik sehingga pembelajaran bisa berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan.

Terkait dengan mutu pendidikan khususnya pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI)  sampai saat ini masih jauh dari apa yang kita harapkan, dan ini terbukti apa bila standar nilai kelulusan dinaikkan, pihak sekolah akan merasa terpukul dengan melihat banyaknya nilai siswa yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penguasaan media pembelajaran berbasis teknologi yang dipakai guru dalam proses pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, hal ini tentunya juga bisa berpengaruh terhadap hasil belajar atau tarap serap terhadap siswa.

Kemampuan merupakan suatu yang mutlak harus dimiliki guru agar tugasnya sebagai pendidik dapat terlaksana dengan baik. Kemampuan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pendidikan dan pembelajaran di jalur sekolah. Kemampuan sebagai konsep dapat diartikan secara etimologis dan terminologis. Dalam pengertian etimologis kemampuan dapat dikemukakan bahwa “Kemampuan tersebut berasal dari bahasa Inggris, yakni competency yang berarti kecakapan dan kemampuan. Oleh karena itu dapat pula dikatakan bahwa kemampuan adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan) sesuatu. Selain itu juga dinyatakan oleh seorang ahli bahwa “Kemampuan adalah suatu tugas yang memadai atau pemilikan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dituntut oleh jabatan seseorang.

Apabila pengertian diatas dihubungkan dengan proses pendidikan, maka guru sebagai pemegang jabatan pendidik dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu, seorang guru perlu menguasai bahan pelajaran dan menguasai cara-cara mengajar serta memiliki kepribadian yang kokoh sebagai dasar kemampuan. Jika guru tidak memiliki kepribadian, tidak menguasai bahan pelajaran serta tidak pula mengetahui cara-cara mengajar, maka guru akan mengalami kegagalan dalam menunaikan tugasnya. Oleh karena itu, kemampuan mutlak dimiliki guru sebagai kemampuan, kecakapan atau keterampilan dalam mengelola kegiatan pendidikan. Dengan demikian, kemampuan guru berarti pemilikan pengetahuan keguruan dan pemilikan keterampilan serta kemampuan sebagai guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.

Profesi keguruan merupakan sebuah profesi yang strategis untuk membawa angin kemajuan pada semua aspek nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, guru tidak hanya sekedar berfungsi menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi lebih-lebih ia adalah pendidik yang bertugas mentrasfer dan mengembangkan nilai-nilai kemasyarakatan, sehingga dengan demikian tugas-tugas keguruan menuntut kemampuan yang majemuk dalam proses pendidikan, sehingga kemajuan ilmu pengetahuan, kecanggihan teknologi dan dinamika seni yang telah dicapai sekarang ini belum mampu menggantikan kehadiran seorang guru dalam proses belajar mengajar.

Peningkatan mutu pendidikan disekolah dapat dicapai melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (guru dan tenaga kependidikan lainya), walaupun diakui bahwa komponen-komponen lain turut memberikan kontribusi dalam peningkatan mutu pembelajaran. Mengingat peran pentingnya kehadiran seorang guru pada proses pendidikan itu, maka kemampuan-kemampuan yang seharusnya dimiliki sebagai pondasi profesinya adalah tonggak awal bagi keberhasilannya dalam menjalankan tugasnya. Peningkatan sumber daya manusia telah banyak dilakukan oleh pemerintah, terutama peningkatan kemampuan guru melalui pendidikan dan pelatihan, workshop, seminar, lokakarya dan supervisi akademik. Kenyataan selama ini kondisi pendidikan kita masih saja belum mampu memberikan kontibusi maksimal dalam meningkatkan prestasi belajar siswa secara nasional masih belum maksimal sesuai dengan standar minimal yang ditetapkan oleh pemerintah.

Dari hasil pemaparan tersebut di atas, dapat dilaksanakan Penelitian dan disusun Laporan Penelitian Tindakan Sekolah

Share:

Laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS)

 

Laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) Tahun 2022

Kompetensi guru merupakan perpaduan antara kemampuan personal, keilmuan, teknologi, sosial dan spiritual yang secara kafah membentuk kompetensi standar profesi guru. Kemampuan personal yang diharapkan salah satunya adalah menulis karya ilmiah yang terpublikasikan di perpustakaan, media cetak atau elektronik yang diakui. Terpenuhinya publikasi ilmiah akan menjadi salah satu tolak ukur profesionalitas seorang guru.

Menulis seharusnya menjadi suatu kegiatan wajib bagi guru. Akan tetapi pada kenyataannya tidak jarang guru enggan untuk menulis. Hal ini diyakini karena menulis memang lebih banyak ditentukan oleh kemauan dan ketekunan, bukan sekedar kemampuan. Semestinya guru harus lebih banyak dimotivasi untuk menulis, bisa diawali dengan mengamati tulisan karya orang lain yang telah memenuhi standar ilmiah karya tulis ilmiah guru. Selanjutnya bisa memulai dengan meniru karya orang lain dengan memodifikasi dengan cara memasukkan gagasan-gagasan sendiri sehingga selanjutnya dapat menghasilkan karya ilmiah sendiri yang baik, menarik dan berkualitas.

Karya tulis ilmiah guru adalah laporan tertulis tentang suatu kegiatan ilmiah. Karakteristik sebuah Karya tulis ilmiah guru dapat dikaji dari minimal 4 aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan substansi, sikap penulis, serta bahasa tulisan. Struktur sajian Karya Tulis Ilmiah biasanya terdiri dari pendahuluan, pokok bahasan, dan bagian akhir yang berupa kesimpulan. Sebuah Karya Tulis Ilmiah dapat dikatakan hasil dari pengembangan profesi jika memenuhi kriteria : 

1. Original (Asli) artinya tulisan hasil gagasan sendiri sesuai bidang kerja guru bukan copas karya orang lain.

2. Useful (Bermanfaat) artinya tulisan itu berguna bagi setidaknya bagi penulis sebagai seorang guru dirasakan manfaatnya secara langsung oleh guru dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.

3. Scientific (Ilmiah) artinya tulisan memenuhi kaidah penulisan secara ilmiah.

4. Concistency (Konsisten) artinya bahwa karya tulis bersifat konsisten dalam mengemukakan gagasan, yaitu berupa pemikiran yang utuh, baik secara keseluruhan maupun hubungan antar bagian dalan tulisan yang disajikan.

Ada beberapa contoh Karya Tulis Ilmiah hasil pengembangan profesi, diantaranya: Karya Tulis Ilmiah hasil penelitian/pengkajian/survei/evaluasi, Karya Tulis Ilmiah yang merupakan tinjauan atau gagasan sendiri dalam bidang pendidikan, Karya Tulis Ilmiah yang berupa tulisan ilmiah populer yang disebarkan melalui media masa (artikel ilmiah populer), Karya Tulis Ilmiah yang berupa tinjauan/gagasan/ulasan ilmiah yang berupa makalah, Karya Tulis Ilmiah yang berupa buku pelajaran, Karya Tulis Ilmiah yang berupa diktat pelajaran, dan Karya Tulis Ilmiah yang berupa karya terjemahan.

Penulisan karya tulis ilmiah bagi guru dapat berfungsi sebagai rujukan/referensi untuk meningkatkan wawasan atau menyebarluaskan ilmu pengetahuan, meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikannya secara sistematis, memperluas wawasan, serta memberi kepuasan intelektual, disamping menyumbang terhadap perluasan cakrawala ilmu pengetahuan.

Sebagai guru dapat menuangkan karya tulis ilmiah dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK), artikel, Jurnal ilmiah guru, karya inovatif ataupun buku. Seluruh tupoksi guru dalam kegiatan pembelajaran di kelasnya dapat dijadikan bahan, ide/gagasan tulisan. Selanjutnya dengan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah karya tulis ilmiah dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), juga dalam bentuk artikel, Jurnal ilmiah guru, karya inovatif ataupun buku. 

Berikut kami sampaikan beberapa contoh Karya Tulis Ilmiah Guru yang telah berhasil kami susun dan telah lolos dalam penilaian Karya Tulis Ilmiah Guru dan telah mendapatkan sertifikat kelulusan sebagai sebuah karya tulis ilmiah bidang pendidikan berupa laporan hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Yang merupakan tulisan hasil penelitian tindakan oleh kepala sekolah dalam rangka inovasi untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam pembelajaran di kelas.


No

Judul Karya

1

“Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka Melalui In House Training Di SD Negeri Karangasem Tahun Pelajaran 2022/2023”

0. Cover, Halaman Pengesahan, Dokumentasi Kegiatan PTS 2023

0. Abstrak, Kata Pengantar, Daftar Isi, Dantar Lampiran

1. BAB I Pendahuluan

2. BAB II Kajian Pustaka

3. BAB III Metode Penelitian

4. BAB IV  Hasil Penelitian dan Pembahasan

5. BAB V Penutup

6. Daftar Pustaka


Lampiran : 

1. Presentasi Seminar Hasil Penelitian

2. Analisis Data Penelitian

3. Surat Pernyataan Keaslian Naskah

4. Foto Dokumentasi

 

 Karya Inovasi Guru di atas adalah contoh Karya Inovasi Guru dengan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang telah kami lakukan dan telah lolos dalam rangka penilaian kenaikan pangkat/golongan IV/c. Inilah contoh tulisan kami sebagai guru, semoga bermanfaat dan selanjutnya tulisan-tulisan kami sedang dalam proses penilaian pada lembaga yang berwenang menilai, semoga ke depan bisa lancar. Aamiin...


Share:

Kenaikan pangkat Jabatan Fungsional Guru Golongan Ruang IV-b ke IV-c

 

Kenaikan pangkat Jabatan Fungsional Guru Golongan Ruang IV-b ke IV-c
Sebagai guru mungkin ada yang beranggapan sangat sulit untuk bisa naik pangkat sampai pada golongan ruang tertinggi yaitu IV-e. Kebanyakan hanya mentok pada golongan IV-b, walaupun sebenarnya masih ada kesempatan untuk naik pangkat ke golongan ruang yang lebih tinggi lagi. Berhenti pada golongan IV-b dalam waktu yang lama, bahkan ada yang puluhan tahun tetap pada golongan IV-b sampai pensiun. Hal ini terjadi karena mendokumentasikan setiap kegiatan guru sehari-hari dalam bentuk tulisan sangat jarang dilakukan. Mayoritas guru menjalankan tugasnya dengan praktek langsung di kelas bahkan tanpa bukti fisik tertulis berupa persiapan mengajar.

Kebiasaan guru mengajar tanpa persiapan secara tertulis dokumentasi kegiatan pembelajaran di kelas, membuat guru kesulitan dalam memenuhi unsur publikasi ilmiah dan karya inovatif sebagai syarat utama yang harus dilaksanakan guru setelah unsur utama kegiatan pembelajaran guru terpenuhi.

Sebagai guru jika terbiasa mendokumentasikan kegiatannya sehari-hari dalam bentuk tulisan, maka bisa dipastikan guru akan dengan mudah menyusun atau membuat sebuah karya dalam pemenuhan unsur karya tulis ilmiah, publikasi ilmiah dan karya inovatif. Hal ini karena seluruh karya guru berupa karya tulis ilmiah, publikasi ilmiah dan atau karya inovatif seluruhnya bisa dinilaikan untuk kenaikan pangkat jika berkaitan dan menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas. Seluruh karya yang tidak berhubungan dengan kegiatan pembelajaran di sekolah tidak akan dinilai untuk usul PAK.

Seluruh kegiatan pembelajaran guru di kelas sangat mungkin dibuat sebuah karya dalam bentuk karya tulis ilmiah, publikasi ilmiah dan karya inovatif. Hanya tinggal mengikuti kaidah-kaidah dalam penulisan karya tulis ilmiah guru.

Kaidah-kaidah ilmiah dalam penulisan karya tulis tentunya mengikuti gaya selingkung masing-masing daerah. Berikut adalah contoh berkas pengajuan usul kenaikan pangkat golongan ruang IV-b ke IV-c mengikuti gaya selingkung BBGP Jawa Tengah yang telah lolos untuk kenaikan pangkat golongan ruang IV-c periode 1 Oktober 2023. Gambaran berkas fisik usul kenaikan PAK golongan IV-b ke IV-c saya susun sesuai juknis kenaikan pangkat jabatan fungsional guru sebagai berikut :

Bendel A :
1.   DUPAK Jagur Khusus KS 2023
2.   PKKS Th 2021
3.   PKKS Th 2022

Bendel B :
1.   FC PAK Terakhir Golongan Ruang IV-b
2.   FC SK Jabatan Fungsional Guru
3.   FC SK Kenaikan Tingkat Terakhir IV-b
4.   FC SK Berkala Terakhir
5.   FC SK CPNS
6.   FC SK PNS
7.   FC Kartu Pegawai
8.   FC NIP Baru
9.   FC Kartu NUPTK
10.   FC Sertifikat Pendidik
11.   FC Ijazah S.1 + Transkrip Nilai
12.   Asli SKP Th 2021
13.   Asli SKP Th 2022

Bendel C :

A. Pengembangan Diri (PD) :
  1. LaporanBimtek Program Guru Belajar-1 Masa Pandemi COVID-19 Angkatan 2 Tahun 2020
  2. Laporan Bimtek Program Guru Belajar-2 Masa Pandemi COVID-19 Angkatan 2 Tahun 2020
  3. LaporanBimtek Pemenuhan Guru Pembimbing Khusus Angkatan 11-4 Tahun 2021
  4. LaporanBimtek Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Angkatan-1 Tahun 2021
  5. LaporanPelatihan Inovasi Pembelajaran Berbasis Peserta Didik Bagi Kepala Sekolah danGuru Jenjang SD, SMP, SMA/SMK Angkatan 3 Tahun 2021
  6. LaporanKegiatan Pendidikan dan Pelatihan Program Guru Penggerak Angkatan 4 Tahun 2022
  7. LaporanKegiatan Pelatihan Komite Pembelajaran Kepala Sekolah dan Guru Program SekolahPenggerak Angkatan 2 Tahun 2022

E. SK Pembagian Tugas Mengajar Lengkap
F. SKP 2 Tahun Terakhir :
  1. SKP Tahun 2021
  2. SKP Tahun 2022 

1.    G. Berkas Penunjang Lainnya : 

  1. SK Tim Pengembang Kurikulum
  2. SK Panitia Ujian Sekolah
  3. SK Tim Bos
  4. SK Kepala Sekolah
  5. FC Kartu Anggota/Pengurus PGRI
  6. FC Kartu Keanggotaan Pramuka

Seluruh berkas dikemas dalam sampul map sesuai bendel. Selanjutnya dipaking dalam satu amplop untuk kemudian berkas dikirim ditujukan kepada Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan u.p Kepala LPMP selaku Sekretariat Tim Penilai Pusat yang berkedudukan di LPMP setempat yang ditunjuk. Berkas dibuat rangkap satu dan diberi Surat Pengantar dari Dinas Pendidikan setempat, kemudian dikirim melalui PO BOX LPMP yang ditunjuk sesuai daerah pengusul PAK. Pengiriman berkas sesuai periode penilaian PAK yang diberitahukan melalui Dinas Pendidikan serentak seluruh daerah. Berikut daftar PO Box LPMP Jawa Tengah yang ditunjuk : PO Box 8543/SMBM untuk Wilayah Jawa Tengah. 

Hasil Penilaian

Hasil Penilaian PAK



Share:

Recent Posts