A. Peristiwa (Fact)
Untuk mengakhiri tugas pendidikan
Calon Guru Penggerak pada Modul 3.3. ini saya akan mencoba membuat Program
dengan Prakarsa Perubahan yang sudah saya susun pada modul-mdul sebelumnya
yaitu dengan melalui Tahapan BAGJA, dengan Judul : “Pendidikan karakter
kepemimpinan siswa dengan pendekatan Pembelajaran Tutor Sebaya”.
Dalam penerapan budaya positif
sekolah, setiap memulai pembelajaran selalu diawali dengan membuat kesepakatan
bersama murid. Dalam kesepakatan kelas sebagai wujud rasa empati, sikap
kerjasama, dan kesetiakawanan sosial dalam pergaulan di sekolah dan lingkungan.
Pengajaran tutor sebaya ini dapat dimaksudkan
sebagai solusi terhadap pengajaran klasikal dengan kelas yang terlampau besar
dan padat sehingga guru atau pengajar tidak dapat memberikan bantuan
individual, bahkan sering tidak mengenal siswa satu demi satu secara dekat.
Selain itu para pendidik mengetahui bahwa para siswa menunjukkan perbedaan
dalam cara-cara belajar. Pengajaran klasikal yang menggunakan proses pembelajaran
yang sama bagi semua siswa tidak akan sesuai bagi kebutuhan dan karakteristik
setiap siswa. Maka dari itu perlu dicari metode pembelajaran yang membuka
kemungkinan memberikan pengajaran bagi sejumlah besar siswa dan di samping itu
memberi kesempatan bagi pengajaran yang memenuhi kebutuhan seluruh siswa yang
berbeda-beda. Disinilah pentingnya guru merencanakan pembelajaran
berdiferensiasi yang diharapkan dapat mengakomodir seluruh karakteristik
kebutuhan siswa yang beraga. Pembelajaran dengan pendekatan tutor sebaya dapat
menjadi solusi terhadap pemenuhan kebutuhan semua kebutuhan siswa yang tidak
terjangkau oleh pembelajaran klasikal. Dengan melibatkan siswa yang
berkemampuan paling unggul di kelas dapat dijadikan model yang dapat menjadi
peran guru dalam melakukan pembelajaran pada teman-temannya yang belum dapat menyelesaikan
pembelajarannya di kelas. Disini guru dapat berperan menjadi fasilitator bagi
kegiatan pembelajaran siswa di kelompoknya.
Teknik pembelajaran dengan metode tutor
sebaya dilaksanakan dengan membagi kelas dalam kelompok-kelompok kecil, yang
sumber belajarnya bukan hanya guru melainkan juga teman sebaya yang pandai dan
cepat dalam menguasai suatu materi tertentu. Dalam pembelajaran ini, siswa yang
menjadi tutor hendaknya mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan
dengan teman lainnya, sehingga pada saat dia memberikan bimbingan ia sudah
dapat menguasai bahan yang akan disampaikan.
Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tutor sebaya merupakan pembelajaran yang mandiri, karena siswa menggantikan fungsi guru untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar. Adapun tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yaitu dalam hal meningkatkan prestasi dan motivasi belajar anak.
Aksi nyata pengelolaan program yang
berdampak pada murid di maksudkan untuk mewujudkan kepemimpinan murid, program ini di lakukan
dengan harapan siswa siswi bisa menumbuhkan sikap berani dalam dirinya, berani
tampil dan mengekspresikan dirinya, memiliki rasa empati terhadap teman
terutama siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran, serta bisa
mengembangkan potensi atau bakat yang di milikinya.
Aksi nyata ini di lakukan untuk
mewujudkan langkah pengelolaan program yang berdampak pada murid dengan
berbasis pemetaan aset sekolah menggunakan tahapan BAGJA dan MELR Yang
dilakukan guna memastikan sebuah program yang berdampak pada murid. Sehingga
bisa menjadi langkah konkrit keterlibatan sebagai pemimpin dalam pengembangan
sekolah.
Selain itu alasan utama dibalik program
ini adalah pada terwujudnya wellbeing siswa atau student wellbeing dan perkembangan siswa secara holistik, siswa
yang bahagia. dan juga memiliki nilai–nilai pribadi yang unggul, berbudaya
serta memiliki karakter profil pelajar pancasila.
Tujuan program :
1. Mewujudkan program yang melatih
tumbuhnya karakter kepemimpinan murid.
2. Memberikan umpan balik dan dukungan
terhadap peserta didik;
3. Melatih peserta didik lebih cenderung
berani untuk menyampaikan pendapat dengan bahasa sederhana
4. Memotivasi dan meyakinkan peserta didik
5. Menumbuhkan kemampuan berprikir kritis
siswa
6. Menjadikan kegiatan tutor sebaya kepada
teman yang sebagai budaya positif di
sekolah
7. Melatih kemandirian siswa dalam
memecahkan masalah
8. Menumbuhkan budi pekerti dan
kepribadian yang baik kepada siswa
Hasil Aksi Nyata yang di lakukan
Dengan terlaksananya program ini, maka program ini pada dasarnya di rancang
untuk menjadi wadah berkreasi dan berinovasi bagi siswa siswi menumbuhkan
keberanian untuk tampil dan juga
mengedukasi siswa akan pentingnya kepedulian pada teman yang mengalami
kesulitan belajar. Siswa-siswi perlu di perkenalkan betapa pentingnya kegiatan membantu
siswa lain yang mengalami kesulitan belajar sehingga sebagai generasi muda
penerus bangsa akan selalu menjunjung nilai karakter empati terhadap sesama. Di
perlukan sebuah pembiasaan yang menjadi sebuah budaya. Dengan pelaksanan
kegiatan yang rutin dan berkelajutan
dari program ini maka dampak pada murid dalam hal meningkatkan minat dan bakat
serta jiwa kepemimpinan dan juga kepedulian akan membuahkan hasil.
Hasil aksi nyata di SD Negeri
Karangasem ini menunjukan bahwa ada perkembangan, bahwa dalam setiap
pembelajaran siswa yang memiliki kemampuan lebih di kelas selalu menyempatkan
untuk mengajari teman-temannya yang belum bisa memahami, belum bisa mengerjakan
tugas yang diberikan guru. Tidak jarang di waktu istirahat bagi siswa yang
belum bisa baca akan selalu diajari membaca oleh temannya di kelas, di teras
sekolah maupun di tempat bermain. Salah satu hasil aksi nyata yang dapat
dirasakan yaitu tumbuhnya jiwa kepemimpinan karena dengan keberanian penuh
mampu menampilkan seorang pemimpin yang berani berdiri di depan dengan
memaparkan pengetahuannya selama pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran dengan pendekatan
tutor sebaya yang di lakukan di SD Negeri Karangasem menunjukan bahwa kegiatan ini
tidak semata–mata di lakukan di dalam ruangan kelas saja tapi bisa juga di
lakukan di tempat lain yaitu misalnya kegiatan di perpustakaan dengan di
dampingi oleh guru piket dan wali
kelas diberikan kebebasan kepada peserta
didik untuk memilih bacaan sesuai dengan minat peserta didik, namun pada
kesempatan lain mereka melakukan kegiatan dengan menggunakan HP untuk melakukan
pembimbingan bagi temannya yang mengalami kesulitan belajar, dengan HP yang
merupakan benda yang sering dipegang siswa hampir setiap saat, dimanfaatkan
untuk mengajari teman. Hal ini memungkinkan siswa lebih bersemangat, dan
menghilangkan kebosanan belajar dengan sarana buku yang biasa dilakukan setiap
hari. Dengan pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran memungkinkan siswa lebih
bersemangat. Dengan demikian apapun yang menjadi minat dan bakat peserta didik
dapat di salurkan dengan baik dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di
lingkungan sekolah demi peningkatan potensi peserta didik.
Kegiataan Tutor Sebaya di Kelas
B.
Perasaan (Feeling)
Perasaan
saat merencanakan aksi nyata program yang berdampak pada murid ini adalah saya
merasa tertantang, karena program ini harus menekankan pada aspek dampak
langsung pada diri siswa, misalnya kepedulian, literasi, keimanan,
kedispilinan, dan aspek lainnya yaitu kemampuan kepemimpinan bisa menjadi bekal
siswa untuk kehidupan yang lebih baik sebagai individu maupun anggota
masyarakat.
Perasaan saat program ini terlaksana
perasaan senang dan juga optimis dengan pencapaian program yang sudah berjalan,
terlaksananya program ini tidak terlepas dari kolaborasi semua pemangku
kepentingan terutama siswa yang sangat antusias terlibat dalam program pembelajaran
dengan pendekatan tutor sebaya, guru piket perpustakaan dan rekan guru
kelas yang lain yang mengkoordinir kegiatan. Saya pun bertambah antusias
terlibat dalam program ini, baik dari murid dan seluruh pemangku kepentingan di
sekolah. Dengan respon yang baik dari warga sekolah terutama murid membuat saya
ingin terus terlibat dalam pengelolaan program ini agar lebih baik lagi ke
depannya dan dengan harapan dapat terus berkelanjutan.
Kegiatan Tutor Sebaya di Luar Pembelajaran
C.
Pembelajaran (Finding) yang di dapat dari pelaksanaan aksi nyata
Pembelajaran yang di dapatkan dari aksi
nyata adalah terwujudnya kepemimpinan murid dalam pembelajaran dengan pendekatan
tutor sebaya untuk peningkatan minat bakat serta jiwa kepemimpinan,
terwujudnya karakter siswa yang memiliki
pengetahuan dari sumber–sumber informasi yang diperoleh dan menjadi siswa yang
berani tampil dan mengekspresikan bakat maupun potensinya, pada akhirnya besar
harapan saya bahwa program ini akan bisa mewujudkan profil pelajar pancasila.
Dari aksi nyata ini saya mendapatkan
banyak pelajaran penting, yaitu bagiamana saya menyusun dan mengelola sebuah
program yang berdampak pada murid dengan pemetaan aset model BAGJA. Selain itu
saya menyadari pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk suksesnya
program ini. Saya juga belajar bahwa peran guru tidak terbatas pada
pembelajaran di dalam kelas saja namun harus peduli dan ikut terlibat dalam
mengelola program yang berdampak pada murid.
D. Penerapan kedepan (Future) rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang
Recana perbaikan ke depan yaitu lebih mengaktifkan kembali kegiatan intrakurikuler di lingkungan sekolah untuk memberikan bimbingan dan menjadi wadah pengembangan minat dan bakat anak selain itu kedepannya perlu pemberian apresiasi berupa reward kepada siswa yang memiliki prestasi akademik sebagai bentuk dukungan untuk menambah semangat anak menampilkan kreatifitas dalam melakukan pembelajaran dengan pendekatan tutor sebaya. Selain itu perlu peningkatan kolaborasi guru, siswa dalam hal kegiatan tutor sebaya siswa butuh pendampingan dan bimbingan dari guru piket perpustakaan dan Guru kelas pada saat melakukan kegiatan, agar program ini dapat berjalan sesuai dengan yang kita inginkan.
Berikut bentuk Aksi Nyata Pembelajaran yang berdampak pada siswa melatih karakter kepemimpinan siswa dengan pendekatan Tutor Sebaya :












3 komentar:
Luar biasa aksi nyata nya pak.. Bagus
Bagus sekali pak dengan memanfaatkan teknologi, tutor sebaya dapat menumbuhkembangkan cara berpikir kritis, memanfaatkan teknologi, serta yang saya lihat dapat melatih kepedulian terhadap sesama.
Tutor sebaya membawa anak untuk dapat berbagi, dan bersosialisasi bahwa kita dibutuhkan dan membutuhkan.sangat menginspirasi.
Posting Komentar