Tugas Modul 3.3.a.10. Aksi Nyata Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

 A.   Peristiwa (Fact)

Untuk mengakhiri tugas pendidikan Calon Guru Penggerak pada Modul 3.3. ini saya akan mencoba membuat Program dengan Prakarsa Perubahan yang sudah saya susun pada modul-mdul sebelumnya yaitu dengan melalui Tahapan BAGJA, dengan Judul : “Pendidikan karakter kepemimpinan siswa dengan pendekatan Pembelajaran Tutor Sebaya”.

Dalam penerapan budaya positif sekolah, setiap memulai pembelajaran selalu diawali dengan membuat kesepakatan bersama murid. Dalam kesepakatan kelas sebagai wujud rasa empati, sikap kerjasama, dan kesetiakawanan sosial dalam pergaulan di sekolah dan lingkungan.

Pengajaran tutor sebaya ini dapat dimaksudkan sebagai solusi terhadap pengajaran klasikal dengan kelas yang terlampau besar dan padat sehingga guru atau pengajar tidak dapat memberikan bantuan individual, bahkan sering tidak mengenal siswa satu demi satu secara dekat. Selain itu para pendidik mengetahui bahwa para siswa menunjukkan perbedaan dalam cara-cara belajar. Pengajaran klasikal yang menggunakan proses pembelajaran yang sama bagi semua siswa tidak akan sesuai bagi kebutuhan dan karakteristik setiap siswa. Maka dari itu perlu dicari metode pembelajaran yang membuka kemungkinan memberikan pengajaran bagi sejumlah besar siswa dan di samping itu memberi kesempatan bagi pengajaran yang memenuhi kebutuhan seluruh siswa yang berbeda-beda. Disinilah pentingnya guru merencanakan pembelajaran berdiferensiasi yang diharapkan dapat mengakomodir seluruh karakteristik kebutuhan siswa yang beraga. Pembelajaran dengan pendekatan tutor sebaya dapat menjadi solusi terhadap pemenuhan kebutuhan semua kebutuhan siswa yang tidak terjangkau oleh pembelajaran klasikal. Dengan melibatkan siswa yang berkemampuan paling unggul di kelas dapat dijadikan model yang dapat menjadi peran guru dalam melakukan pembelajaran pada teman-temannya yang belum dapat menyelesaikan pembelajarannya di kelas. Disini guru dapat berperan menjadi fasilitator bagi kegiatan pembelajaran siswa di kelompoknya.

Metode tutor sebaya (peer teaching)adalah kegiatan belajar mengajar di kelas yang memberi kesempatan pada siswauntuk mengajarkan dan berbagi ilmu pengetahuan atau ketrampilan pada siswa yanglain untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan dalam belajar agartemannya tersebut bisa memahami materi dengan baik. Tutor sebaya dapat memberirasa nyaman pada siswa karena pada umumnya hubungan antara teman lebih dekatdibandingkan hubungan guru.

Teknik pembelajaran dengan metode tutor sebaya dilaksanakan dengan membagi kelas dalam kelompok-kelompok kecil, yang sumber belajarnya bukan hanya guru melainkan juga teman sebaya yang pandai dan cepat dalam menguasai suatu materi tertentu. Dalam pembelajaran ini, siswa yang menjadi tutor hendaknya mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teman lainnya, sehingga pada saat dia memberikan bimbingan ia sudah dapat menguasai bahan yang akan disampaikan.

Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tutor sebaya merupakan pembelajaran yang mandiri, karena siswa menggantikan fungsi guru untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar. Adapun tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yaitu dalam hal meningkatkan prestasi dan motivasi belajar anak.

Aksi nyata pengelolaan program yang berdampak pada murid di maksudkan untuk mewujudkan  kepemimpinan murid, program ini di lakukan dengan harapan siswa siswi bisa menumbuhkan sikap berani dalam dirinya, berani tampil dan mengekspresikan dirinya, memiliki rasa empati terhadap teman terutama siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran, serta bisa mengembangkan potensi atau bakat yang di milikinya.

Aksi nyata ini di lakukan untuk mewujudkan langkah pengelolaan program yang berdampak pada murid dengan berbasis pemetaan aset sekolah menggunakan tahapan BAGJA dan MELR Yang dilakukan guna memastikan sebuah program yang berdampak pada murid. Sehingga bisa menjadi langkah konkrit keterlibatan sebagai pemimpin dalam pengembangan sekolah.

Selain itu alasan utama dibalik program ini adalah pada terwujudnya wellbeing siswa atau student wellbeing  dan perkembangan siswa secara holistik, siswa yang bahagia. dan juga memiliki nilai–nilai pribadi yang unggul, berbudaya serta memiliki karakter profil pelajar pancasila.

Tujuan program :

1.   Mewujudkan program yang melatih tumbuhnya karakter kepemimpinan murid.

2.   Memberikan umpan balik dan dukungan terhadap peserta didik;

3.   Melatih peserta didik lebih cenderung berani untuk menyampaikan pendapat dengan bahasa sederhana

4.   Memotivasi dan meyakinkan peserta didik

5.   Menumbuhkan kemampuan berprikir kritis siswa

6.   Menjadikan kegiatan tutor sebaya kepada teman yang  sebagai budaya positif di sekolah

7.   Melatih kemandirian siswa dalam memecahkan masalah

8.   Menumbuhkan budi pekerti dan kepribadian yang baik kepada siswa

 

Hasil Aksi Nyata yang di lakukan

Dengan terlaksananya program ini,  maka program ini pada dasarnya di rancang untuk menjadi wadah berkreasi dan berinovasi bagi siswa siswi menumbuhkan keberanian untuk tampil  dan juga mengedukasi siswa akan pentingnya kepedulian pada teman yang mengalami kesulitan belajar. Siswa-siswi perlu di perkenalkan betapa pentingnya kegiatan membantu siswa lain yang mengalami kesulitan belajar sehingga sebagai generasi muda penerus bangsa akan selalu menjunjung nilai karakter empati terhadap sesama. Di perlukan sebuah pembiasaan yang menjadi sebuah budaya. Dengan pelaksanan kegiatan  yang rutin dan berkelajutan dari program ini maka dampak pada murid dalam hal meningkatkan minat dan bakat serta jiwa kepemimpinan dan juga kepedulian akan membuahkan hasil.

Hasil aksi nyata di SD Negeri Karangasem ini menunjukan bahwa ada perkembangan, bahwa dalam setiap pembelajaran siswa yang memiliki kemampuan lebih di kelas selalu menyempatkan untuk mengajari teman-temannya yang belum bisa memahami, belum bisa mengerjakan tugas yang diberikan guru. Tidak jarang di waktu istirahat bagi siswa yang belum bisa baca akan selalu diajari membaca oleh temannya di kelas, di teras sekolah maupun di tempat bermain. Salah satu hasil aksi nyata yang dapat dirasakan yaitu tumbuhnya jiwa kepemimpinan karena dengan keberanian penuh mampu menampilkan seorang pemimpin yang berani berdiri di depan dengan memaparkan pengetahuannya selama pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran dengan pendekatan tutor sebaya yang di lakukan di SD Negeri Karangasem menunjukan bahwa kegiatan ini tidak semata–mata di lakukan di dalam ruangan kelas saja tapi bisa juga di lakukan di tempat lain yaitu misalnya kegiatan di perpustakaan dengan di dampingi oleh guru piket dan  wali kelas  diberikan kebebasan kepada peserta didik untuk memilih bacaan sesuai dengan minat peserta didik, namun pada kesempatan lain mereka melakukan kegiatan dengan menggunakan HP untuk melakukan pembimbingan bagi temannya yang mengalami kesulitan belajar, dengan HP yang merupakan benda yang sering dipegang siswa hampir setiap saat, dimanfaatkan untuk mengajari teman. Hal ini memungkinkan siswa lebih bersemangat, dan menghilangkan kebosanan belajar dengan sarana buku yang biasa dilakukan setiap hari. Dengan pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran memungkinkan siswa lebih bersemangat. Dengan demikian apapun yang menjadi minat dan bakat peserta didik dapat di salurkan dengan baik dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di lingkungan sekolah demi peningkatan potensi peserta didik.














Kegiataan Tutor Sebaya di Kelas

 

B.   Perasaan (Feeling)

Perasaan saat merencanakan aksi nyata program yang berdampak pada murid ini adalah saya merasa tertantang, karena program ini harus menekankan pada aspek dampak langsung pada diri siswa, misalnya kepedulian, literasi, keimanan,  kedispilinan, dan aspek lainnya yaitu kemampuan kepemimpinan bisa menjadi bekal siswa untuk kehidupan yang lebih baik sebagai individu maupun anggota masyarakat.


Perasaan saat program ini terlaksana perasaan senang dan juga optimis dengan pencapaian program yang sudah berjalan, terlaksananya program ini tidak terlepas dari kolaborasi semua pemangku kepentingan terutama siswa yang sangat antusias terlibat dalam program pembelajaran dengan pendekatan tutor sebaya, guru piket  perpustakaan dan rekan guru kelas yang lain yang mengkoordinir kegiatan. Saya pun bertambah antusias terlibat dalam program ini, baik dari murid dan seluruh pemangku kepentingan di sekolah. Dengan respon yang baik dari warga sekolah terutama murid membuat saya ingin terus terlibat dalam pengelolaan program ini agar lebih baik lagi ke depannya dan dengan harapan dapat terus berkelanjutan.




Kegiatan Tutor Sebaya di Luar Pembelajaran

 

C.   Pembelajaran (Finding) yang di dapat dari pelaksanaan aksi nyata

Pembelajaran yang di dapatkan dari aksi nyata adalah terwujudnya kepemimpinan murid dalam pembelajaran dengan pendekatan tutor sebaya untuk peningkatan minat bakat serta jiwa kepemimpinan, terwujudnya  karakter siswa yang memiliki pengetahuan dari sumber–sumber informasi yang diperoleh dan menjadi siswa yang berani tampil dan mengekspresikan bakat maupun potensinya, pada akhirnya besar harapan saya bahwa program ini akan bisa mewujudkan profil  pelajar pancasila.

Dari aksi nyata ini saya mendapatkan banyak pelajaran penting, yaitu bagiamana saya menyusun dan mengelola sebuah program yang berdampak pada murid dengan pemetaan aset model BAGJA. Selain itu saya menyadari pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk suksesnya program ini. Saya juga belajar bahwa peran guru tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas saja namun harus peduli dan ikut terlibat dalam mengelola program yang berdampak pada murid.

Tugas Modul 3.3.a.10. Aksi Nyata Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Tugas Modul 3.3.a.10. Aksi Nyata Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Tugas Modul 3.3.a.10. Aksi Nyata Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Tugas Modul 3.3.a.10. Aksi Nyata Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
Tutor Sebaya Melatih Karakter Kepemimpinan Siswa

 

D.  Penerapan kedepan (Future) rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

Recana perbaikan ke depan yaitu  lebih mengaktifkan kembali kegiatan intrakurikuler di lingkungan sekolah untuk memberikan bimbingan dan menjadi wadah pengembangan minat dan bakat anak selain itu kedepannya perlu pemberian apresiasi berupa reward kepada siswa yang memiliki prestasi akademik sebagai bentuk dukungan untuk menambah semangat anak menampilkan kreatifitas dalam melakukan pembelajaran dengan pendekatan tutor sebaya. Selain itu perlu peningkatan kolaborasi guru, siswa dalam hal kegiatan tutor sebaya siswa butuh pendampingan dan bimbingan dari guru piket perpustakaan dan Guru kelas pada saat melakukan kegiatan, agar program ini dapat berjalan sesuai dengan yang kita inginkan.

Berikut bentuk Aksi Nyata Pembelajaran yang berdampak pada siswa melatih karakter kepemimpinan siswa dengan pendekatan Tutor Sebaya : 





Share:

3 komentar:

susi indriyati mengatakan...

Luar biasa aksi nyata nya pak.. Bagus

Retno Dwi Handayani mengatakan...

Bagus sekali pak dengan memanfaatkan teknologi, tutor sebaya dapat menumbuhkembangkan cara berpikir kritis, memanfaatkan teknologi, serta yang saya lihat dapat melatih kepedulian terhadap sesama.

Unknown mengatakan...

Tutor sebaya membawa anak untuk dapat berbagi, dan bersosialisasi bahwa kita dibutuhkan dan membutuhkan.sangat menginspirasi.

Recent Posts