• Tugas Guru

    Tugas Guru adalah blog personal yang membahas tentang karya inovasi pembelajaran bagi guru dalam menjalankan tugasnya secara profesional di sekolah.

  • Teacher's Task

    Teacher's Tasks is a personal blog that discusses the work of learning innovations for teachers in carrying out their duties professionally at school.

  • Tugas Guru

    Tugas Guru adalah blog personal yang membahas tentang karya inovasi pembelajaran bagi guru dalam menjalankan tugasnya secara profesional di sekolah.

  • Teacher's Task

    Teacher's Tasks is a personal blog that discusses the work of learning innovations for teachers in carrying out their duties professionally at school.

  • Tugas Guru

    Artikel Pendidikan Pengembangan Kapabilitas Guru di Era Digital.

  • Tugas Guru

    Tugas Guru adalah blog personal yang membahas tentang karya inovasi pembelajaran bagi guru dalam menjalankan tugasnya secara profesional di sekolah.

Tampilkan postingan dengan label Jurnal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurnal. Tampilkan semua postingan

Jurnal Penelitian

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG PERKALIAN DAN PEMBAGIAN MELALUI  PENDEKATAN KELOMPOK TUTOR SEBAYA PADA SISWA KELAS IV  SD NEGERI MUNGGUR


Sunarto

Abstrak rumusa masalah  penelitian  ini  adalah  bagaimanakah proses  pembelajaran seberapa  banyak  peningkatan  prestasi belajar anak tentang perkalian dan pembagianserta perubahan perilaku peserta didik melalui pendekatan kelompok dengan tutor sebaya pada siswa kelas IV S Negeri  Munggur PT ini  dilakukan  du siklusTerjadi perubahan perilakbelajar dari aspekeaktifan, semangatkecepatankreatif, dan disiplin.  Nilai karakter kerja samakomunikatif, dan percaya diri terlihat baik. Hasil persentase ketuntasan belajar siswa meningkat dari kondisi awal 47,82% menjadi 69,57% di siklus I dan 86,96% pada siklus II, atau pada kondisi akhir mengalami peningkatan sebesar 39,14% dari kondisi awal.

Kata kunci: Tutor SebayaPrestasi belajar, Matematika.

PENDAHULUAN

Selama ini sebagian besar siswa masih beranggapan bahwa mata pelajaran Matematika adalah pelajaran yang paling menakutkan atau pelajaran yang dianggap paling sulit. Dari sekian banyak mata pelajaran di Sekolah Dasar menurut kurikulum yang diterapkan, dari tahun ke tahun prestasi yang paling rendah adalah pada mata pelajaran Matematika. Hal ini dapat dilihat beberapa tahun terakhir semua kelas selalu mematok KKM pada mata pelajaran Matematika yang paling rendah dibandingkan mata pelajaran yang lain. Pelajaran Matematika juga merupakan pelajaran yang nilai rata-ratanya paling rendah. Rata-rata mata pelajaran Matematika hanya pada kisaran 5,4 sampai dengan 7,0. Berbagai upaya peningkatan prestasi mata pelajaran Matematika telah banyak dilakukan, akan tetapi hasil yang dicapai belum menunjukan adanya peningkatan. Banyak kendala yang dihadapi guru dalam upaya meningkatkan prestasi siswa pada mata pelajaran Matematika.
Pembelajaran yang berhasil adalah dikuasai materi pembelajaran oleh peserta didik, biasanya dinyatakan dengan nilai. Ada banyak masalah ditemui pada saat proses pembelajaran berlangsung. Diantaranya banyak siswa  yang tidak mamperhatikan pada saat guru menerangkan. Ada siswa  yang tidak bisa menjawab pertanyaan, atau kalau menjawab tidak sesuai dengan harapan guru. Nilai yang diperoleh siswa pada tes akhir pada setiap pembelajaran rendah. Pada semester kedua ulangan tengah semester tahun 2012, hasil ulangan Matematika menunjukkan rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi  pelajaran.  Dari 23 anak di kelas IV SD Negeri Munggur hanya 9 anak yang mendapat nilai tuntas ( di atas KKM 70 ). Hal ini karena pembelajaran yang dilakukan guru kurang memperhatikan model pembelajaran yang bervariasi. Joyce dkk (2011:7) menyatakan bahwa guru yang sukses bukan sekedar penyaji yang karismatik dan persuasif, namun lebih jauh guru yang sukses adalah mereka yang melibatkan siswanya dalam tugas-tugas yang sarat muatan kognitif, sosial dan mengajari mereka bagaimana mengerjakan tugas-tugas tersebut secara produktif. Demikian pula dalam pembelajaran Matematika tentang perkalian dan pembagian, guru memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.
Berdasarkan deskripsi tersebut, maka diperlukan kegiatan pembelajaran pada aspe perkalian dan pembagian di kelas IV SD Negeri Munggur yang inovatifSalah satu pembelajaran yang inovatif tersebuadalapenerapan pendekatan pembelajaran kelompok dengan tutor sebaya. Melalui pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SD Negeri Munggur sehingga dapat meningkatkan hasil belajapeserta didik.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah melalui pendekatan kelompok tutor sebaya  dapat meningkatkan prestasi belajar siswa  tentang perkalian dan pembagian kelas IV SD Negeri Munggur?
Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan pemahaman siswa tentang perkalian dan pembagian dengan menerapkan pendekatan tutor sebaya dalam pembelajaran.
Penelitia ini  diharapka dapa dimanfaatka 1). Bagi penulis, perbaikan ini dapat meningkatkan kemampuan profesional dalam memperbaiki proses pembelajaran. 2). Bagi siswa SD Munggur pembelajaran dengan memanfaatkan kepandaian teman berguna untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang perkalian dan pembagian. 3). Bagi teman sejawat dapat digunakan sebagai sumber inspirasi dan perbandingan untuk mengambil tindakan dalam menangani kasus pembelajaran yang serupa.

KERANGKA TEORETIS, BERFIKIR DAHIPOTESIS
Prestasi Belajar

Pengertian prestasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah hasil yang telah dicapai dari apa yang telah dilakukan, dikerjakan, diusahakan dan sebagainya (Badudu dan Zain Sutan Mohammad, 2001:108). Hasil ini dapat dinyatakan dengan kuantitif dan kualitatif. Hasil kuantitatif adalah hasil yang dinyatakan dengan kata-kata, seperti baik, cukup, sedang, kurang dan lain-lain. Sedangkan menurut Sardiman, A.M (2009:46) prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar.
Menurut Sugihartono, dkk. (2007:74), prestasi belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi individu dengan lingkunganya. Sedangkan Tulus Tu’u (2004:75) berpendapat bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. Selain itu prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.
Berdasarkan beberapa pe-ngertian prestasi di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses pembelajaran secara maksimal dan memuaskan yang dinyatakan dengan angka atau kata-kata.

Prestasi Belajar Siswa Tentang Perkalian dan Pembagian
Prestasi belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Anonim, 2007:895) adalah hasil yang telah dicapai dari penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Demikian juga dalam kamus populer prestasi ialah hasil sesuatu yang telah dicapai (Purwodarminto, 1979 : 251)
Sedangkan menurut Sugihar-tono, dkk (2007:130) prestasi belajar adalah hasil pengukuran yang berwujud angka maupun pernyataan yang mencerminkan tingkat penguasaan materi pelajaran bagi para siswa. Sehingga prestasi belajar hanya bisa diketahui jika telah dilakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa tersebut melalui serangkaian tes dengan menggunakan instrumen penilaian yang sesuai dengan indikator keberhasilan yang diharapkan.
Matematika berasal dari bahasa Yunani mathein atau mathenein yang berarti mempelajari. Akan tetapi ada pendapat lain bahwa diduga Matematika berasal dari bahasa Sansekerta medha atau widya yang berarti kepandaian, ketahuan atau intelegensi (Sri Subarinah, 2006:1).
Matematika sekolah adalah matematika yang diajarkan di sekolah, yaitu matematika yang diajarkan di Pendidikan Dasar (SD dan SLTP) dan Pendidikan Menengah (SLTA dan SMK). Matematika sekolah terdiri atas bagian-bagian matematika yang dipilih untuk menumbuh kembangkan kemampuan-kemampuan dan membentuk pribadi serta berpandu pada perkembangan IPTEK. Hal ini menunjukkan bahwa matematika sekolah tetap memiliki ciri-ciri yang dimiliki matematika, yaitu memiliki objek kejadian yang abstrak serta berpola pikir deduktif  konsisten, (Erman Suherman, 2003:55)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Anonim, 2007:637) Matematika diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang bilangan, hubungan antar bilangan dengan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian mengenai bilangan. Bilangan-bilangan dalam Matematika banyak macamnya, diantaranya bilangan rasional, bilangan bulat, bilangan cacah, bilangan asli, bilangan genap, bilangan ganjil dan lain-lain. Matematika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari struktur yang abstrak dan pola hubungan yang ada di dalamnya. Hakekatnya belajar Matematika adalah belajar konsep, struktur konsep dan mencari hubungan antar konsep dan strukturnya (Sri Subarinah, 2006:1).
Perkalian dan pembagian adalah materi dasar konsep di dalam mata pelajaran Matematika yang diajarkan pada seluruh jenjang sekolah. Operasi hitung perkalian dan pembagian telah diajarkan kepada siswa mulai dari tingkat dasar (SD), maka dari itu dapat dikatakan bahwa penguasaan materi Matematika adalah termasuk di dalamnya penguasaan materi perkalian dan pembagian.
Berdasarkan pengertian yang dikemukakan para ahli di atas, maka dapat dikatakan bahwa prestasi belajar Matematika adalah penguasaan materi yang dicapai siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Pendekatan dalam Pembelajaran

Interaksi dalam pembelajaran adalah bagaimana cara guru dapat meningkatkan motivasi belajar dari siswa. Hal ini berkaitan dengan strategi apa yang dipakai oleh guru, bagaimana guru melakukan pendekatan terhadap siswanya. Dalam sebuah pembelajaran yang baik guru berperan sebagai pembimbing dan fasilitator. Dalam peranannya sebagai pembimbing, guru berusaha menghidupkan dan memberikan motivasi agar terjadi proses interaksi yang kondusif. Guru sebagai fasilitator berusaha memberikan fasilitas yang baik melalui pendekatan yang dilakukan. Proses interaksi pem-belajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar pada siswa ialah bagaimana cara guru melakukan pendekatan yang sesuai dengan karakter pembelajaran.
Pendekatan (approach) pembelajaran adalah cara yang ditempuh guru dalam pelaksanaan agar konsep yang disajikan bisa beradaptasi dengan sisiwa. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan juga sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran,  yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Dilihat  dari  pendekatannya,  pembelajaran  terdapat  dua  jenis  pendekatan,  yaitu:  Pendekatan  pembelajaran  yang  berorientasi  atau  berpusat  pada  siswa  (student  centered  approach), dimana pada pendekatan jenis ini guru melakukan pendekatan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, dan Pendekatan  pembelajaran  yang  berorientasi  atau berpusat pada guru (teacher centered approach), dimana pada pendekatan jenis ini guru menjadi subjek utama dalam proses pembelajaran.

Pendekatan Kelompok

Dalam kegiatan belajar mengajar pastilah guru menggunakan pendekatan pembelajaran, salah satunya ialah pendekatan kelompok. Pendekatan kelompok memang suatu waktu diperlukan dan pelu digunakan untuk membina  dan mengembangkan sikap sosial anak didik. Hal ini disadari bahwa anak didik adalah sejenis makhluk homo secius, yakni makhluk yang berkecendrungan untuk hidup bersama.
Dengan pendekatan kelompok, diharapkan dapat ditumbuh kembangkan rasa sosial yang tinggi pada diri setiap anak didik. Mereka dibina untuk mengendalikan rasa egois yang ada dalam diri mereka masing-masing, sehingga terbina sikap kesetiakawanan sosial di kelas. Tentu saja sikap ini pada hal-hal yang baik saja. Mereka sadar bahwa hidup ini saling ketergantungan, seperti ekosistem dalam mata rantai kehidupan semua makhluk hidup di dunia. Tidak ada makhluk hidup yang terus menerus berdiri sendiri tanpa keterlibatan makhluk lain, langsung atau tidak langsung, disadari atau tidak, makhluk lain itu ikut ambil bagian dalam kehidupan makhluk tertentu.
Anak didik dibiasakan hidup bersama, bekerja sama dalam kelompok, akan menyadari bahwa dirinya ada kekurangan dan kelebihan. Yang mempunyai kelebihan dengan ikhlas mau membantu mereka yang mempunyai kekurangan. Sebaliknya, mereka yang mempunyai kekurangan dengan rela hati mau belajar dari mereka yang mempunyai kelebihan. Tanpa ada rasa minder. Persaingan yang positif pun terjadi dikelas dalam rangka untuk mencapai prestasi belajar yang optimal. Inilah yang diharapkan, yakni anak didik yang aktif, kreatif, dan mandiri.
Ketika guru akan menggunakan pendekatan kelompok, maka guru harus sudah mempertimbangkan bahwa hal itu tidak bertentangan dengan tujuan, fasilitas belajar pendukung, metode yang akan dipakai sudah dikuasai, dan bahan yang akan diberikan kepada anak didik memang cocok didekati dengan pendekatan kelompok. Karena itu, pendekatan kelompok tidak bisa dilakukan secara sembarangan, tetapi harus mempertimbangkan hah-hal yang ikut mempengaruhi penggunaannya.
Dalam pengelolaan kelas, terutama yang berhubungan dengan penempatan anak didik, pendekatan kelompok sangat diperlukan . Perbedaan individual anak didik, pada aspek biologis, intelektual, dan psikologis dijadikan sebagai pijakan dalam melakukan pendekatan kelompok.

Pendekatan Kelompok Tutor Sebaya

Pendekatan Tutor Sebaya sejatinya adalah pendekatan kelompok dengan memanfaatkan teman dalam kelompoknya sebagai sumber belajar siswa. Tentu saja ada  beberapa hal harus dilakukan guru dalam menerapkan pendekatan ini. Terutama ketika teman sebaya dijadikan sumber belajar bagi siswa. Diantara syarat yang bisa dipakai guru untuk memilih siswa sebagai sumber belajar siswa adalah : 1). Siswa memiliki kemampuan akademik yang lebih jika dibandingkan dengan mayoritas siswa di kelasnya. 2). Memiliki kemampuan berbicara yang lebih baik dari teman-teman sekelasnya. 3). Memiliki kemampuan bersosialisasi dengan baik. 4). Menguasai materi yang sedang diajarkan oleh guru.
Menurut Kuswaya Wihardit “Pembelajaran tutor sebaya adalah pembelajaran dimana siswa yang pandai membantu belajar siswa lainya dalam tingkat kelas yang sama”. Lebih lanjut menurut Miller yang telah dikutip oleh Aria Djalil (1997;3;34) “Setiap saat murid memerlukan bantuan dari murid lainnya dan murid dapat belajar dari murid lainnya”. Jan Collingwood juga berpendapat seperti kutipan Aria Djalil (1991;19) bahwa “Anak memperoleh pengetahuan dan ketrampilan karena dia bergaul dengan teman lainnya”.
Pada pembelajaran Perkalian dan pembagian kelas IV, Guru dapat memilih salah satu pendekatan pembelajaran kelompok yaitu dengan tutor sebaya dalam kelompok-kelompok belajar. Akan tetapi dalam penerapannya dalam pembelajaran, agar memperoleh hasil yang baik yaitu siswa memahami materi dengan maksimal perlu memperhatikan  langkah-langkah yang benar agar pembelajaran lebih bermakna.
Menurut Hisyam Zaini dalam kutipan Amin Suyitno (2004;34), untuk menerapkan pendekatan kelompok dengan Tutor Sebaya, agar berhasil dengan baik perlu memperhatikan langkah-langkah pembelajarannya adalah : 1). Pilihlah materi yang dapat dipelajari siswa secara mandiri. 2). Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen, yaitu dengan menyebar siswa yang pandai ke dalam kelompok-kelompok yang akan bertindak sebagai tutor sebaya. 3). Masing-masing kelompok diberi tugas-tugas yang dalam mengerjakan tugasnya, siswa mendapat bimbingan tutornya. 4). Siswa diberi waktu yang cukup untuk persiapan. 5). Setiap kelompok melalui wakilnya menyampaikan hasil dari tugas yang diberikan guru. Guru bertindak sebagai sebagai narasumber utama. 6). Setelah kelompok menyampaikan tugasnya secara berurutan, guru memberikan kesimpulan dan klarifikasi pemahaman siswa yang perlu diluruskan.
Mata pelajaran Matematika adalah termasuk mata pelajaran muatan nasional, yaitu pelajaran yang wajib dipelajari di semua jejang sekolah dasar. Efektifitas pembelajaran Matematika di sekolah dasar masih banyak menemui hambatan. Terbukti bahwa mata pelajaran Matematika adalah termasuk yang ditakuti oleh sebagian besar siswa. Prestasi yang rendah jika dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain menunjukkan bahwa mata pelajaran Matematika merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa.
Sedangkan pembelajaran dengan pendekatan kelompok tutor sebaya merupakan bentuk pembelajaran yang efektif dan efisien, karena pada kenyataanya dalam pembelajaran sehari-hari tidak sedikit siswa cenderung lebih memahami bahasa teman sebayanya dalam belajar. Hal ini apabila guru mengelola dengan baik akan lebih mendukung suksesnya pencapaian peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika.

Kerangka Berpikir

Hasil belajar dan proses belajar perkalian maupun pembagian yang diharapkan belum tercapai secara optimal, sebenarnya materi perkalian dan pembagian merupakan salah satu materi konsep pada Mata Pelajaran Matematika, tetapi persepsi siswa terlebih dahulu mengatakan bahwa mata pelajaran Matematika merupakan Mata Pelajaran yang sangat sulit dan menakutkan. Hal ini terjadi karena pada kenyataanya proses pembelajaran Matematika terlihat sangat membosankan bagi siswa. Proses pembelajaran Matematika dengan penjelasan guru secara klasikal di papan tulis dengan satu per satu contoh pengerjaan soal dengan siswa hanya memperhatikan secara bersama-sama memungkin-kan siswa kurang memahaminya. Ditambah lagi jika siswa terlihat sangat sulit mengerjakan soal karena kurang memahami bahasa penjelasan guru yang kadang dengan nada marah karena banyak siswa yang tidak juga memahami walaupun sudah berulang kali dijelaskan guru pada materi yang sama.
Pendekatan kelompok dengan Tutor Sebaya ini diharapkan dapat mengatasi kesulitas siswa memahami bahasa penjelasan guru. Bahasa teman sebaya yang dipilih dari teman-teman satu kelas yang paling pinter dalam mata pelajaran Matematika, dengan model pembelajaran kelompok-kelompok kecil memungkinkan siswa lebih memahami materi pelajaran perkalian dan pembagian. Materi perkalian dan pembagian yang dikemas dengan sederhana, melalui penjelasan dari teman yang dipilih terpandai di masing-masing kelompok, memungkin-kan mudah dipahami oleh semua siswa di kelompoknya. Kegiatan pembe-lajaran akan lebih efektif karena semua siswa akan belajar secara bersama-sama di kelompoknya. Sehingga pembelajaran akan lebih menye-nangkan bagi siswa. menjadikan pembelajaran pada Mata Pelajaran Matematika dapat lebih menarik, pembelajaran menjadi lebih interaktif, kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan, sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran  dapat ditingkatkan.
Dilihat dari pentingnya pendekatan pembelajaran ini maka diharapkan hasil belajar dan proses belajar Matematika sesuai dengan tujuan  yang diinginkan akan tercapai , maka guru perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang berbagai macam metode pembelajaran inovatif yang mampu mengikat konsentrasi anak dalam belajar yang disesuaikan dengan kesenangan belajar anak agar lebih bervariasi dalam proses belajar mengajar.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kerangka berpikir tersebut, peneliti berasumsi bahwa: 1penerapan pendekatan pembe-lajaran kelompok Tutor Sebaya diduga meningkatkaaktivitabelajar peserta didik, 2) Pendekatan pembelajaran Kelompok Tutor Sebaya didugefektif untumerubaperilaku belajapeserta dalapembelajaran perkalian dan pem-bagian,   da 3 penerapapende-katan pembelajaran Kelompok Tutor Sebaya didugefekti meningkatka prestasi belajar  peserta didik kelas IV SD Negeri Munggur semester 2 tahun pelajaran 2013/2014.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2013/2014Masing-masing  siklu dilakuka kegiata pembelajaran  sebanya du kali pertemuan. Siklus 1 dilaksanakan pada Senin 9 September 2014 dan Senin 16 September 2014. Sedangkan siklus 2 dilaksanakan pada hari Senin, 23 September 2014 dan Senin 7 Oktober 2014.
Subjek penelitian adalah penguasaan pengerjaan operasi hitung perkalian dan pembagian pesertdidik kelas IV SD Negeri Munggur tahun pelajaran 2013/2014. Adapun sumber data dari penelitian ini: 1) peserta didik yang jumlahnya sebanyak 23 siswa, yang terdiri atas 15 peserta didik perempuan dan 8 peserta didik laki- laki, 2guru kelas, dan teman sejawat.
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data berbentu te danontes.  Tes  digunaka untu mengetahu penguasaan operasi hitung perkalian dan pembagian  pesert didik.   Teknik  nonte berup observasi  denga lembaobservasi dan catatan harian digunakan untuk menilai aktivitas, keaktifan, daperubahan tingkah laku peserta didik selama kegiatan dilakukan.
Analisis  data  dala penelitia ini  disajika dala bentu analisis kualitatif   denga metod pemaparan  secara  deskriptip  komparatif,  yaknmendeksripsikan semu temuan dalam penelitian disertai dengan data-data kuantitatif yang dianalisis secara sederhana (persentase).
Indikator kinerja penelitian ini adalah: (1) adanya peningkatan perolehanilai rata-rata  ulangan harian dari 47,82% menjadi minimal rata-rata 86,96% (2perubahaperilaku peserta didik dari tidaaktimenjadaktif dalam pembelajaran  perkalian dan pembagian  dengan menerapkan pendekatan pembelajar-an kelompok tutor sebayadan 3) tingka ketuntasan minimal (KKM) dari yang lulus KKM 70 sebanyak 11 peserta didik (47,82%) menjadi sedikitnya 20 peserta didik (86,96%).
Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Munggur Kec. Andong. Penelitian ini penulis laksanakan berawal ketika pertama kali mengajarkan materi perkalian dan pembagian. Di dalam proses belajar mengajar tersebut guru mengajar dengan mempersiapkan RPP dengan strategi pembelajaran yang menggunakan metode ceramah saja, sesekali melakukan tanya jawab dan menyuruh salah satu siswa untuk mengerjakan perkalian di papan tulis.
Perbaikan pembelajaran terletak pada pendekatan pembelajaran, dilakukan pada siklus 1 dengan tahapan : 1) Guru memberi contoh mengerjakan perkalian dengan penjumlahan berulang di papan tulis, 2) Selanjutnya siswa dibentuk menjadi 4 kelompok dengan 1 orang siswa yang terpandai untuk menjadi tutor dalam kelompoknya, 3) Anggota kelompok yang lain mengerjakan soal perkalian sesuai dengan penjelasan tutor masing-masing kelompok dengan soal yang sama dengan yang telah tutor masing-masing kelompok telah jelaskan, 4) Semua anggota kelompok mengerjakan soal latihan yang ditulis di papan tulis di kelompok masing-masing dengan bimbingan tutor, 5) Hasil mengerjakan soal latihan dengan bimbingan tutor kemudian dibahas secara bersama-sama dengan kelompok lain dengan arahan guru, 6) Kegiatan ini diakhiri dengan mengerjakan soal sebagai uji kompetensi bagi semua siswa.
Perbaikan            siklus 2 terletak pada penentuan peserta didik sebagai anggota masing-masing kelompok, yaitu dengan memperhatikan tingkat pemahaman masing-masing siswa. Sehingga pembelajaran diharapkan akan berjalan lebih lancar karena dengan tingkat pemahaman yang hampir sama masing-masing kelompok menutup kemungkinan terdapat kelompok tidak jalan.

HASIL PENELITIADAN PEMBA-HASANNYA
 Hasil Penelitian
Kondisi awal peserta didik kelas IV SD Negeri Munggur semester 2 tahun pelajaran 2013/2014 adalah peserta didik kurang memiliki pemahaman tentang operasi perkalian dan pembagian secara benar,  terbukti  denga banyakny peserta  didik  yanmengikuti pembelajaran dengan tidak bersemangat. Bahkan ada beberapa siswa tidak mengerjakan soal-soal latihan yang ditulis guru di papan tulis. Hasil evaluasi yang dilaksanakan di akhir pembelajaran juga menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang baru disampaikan sangat rendah. Pembelajara dilakukan dengan strategi pembelajaran yang menggunakan metode ceramah saja, sesekali melakukan tanya jawab dan menyuruh salah satu siswa untuk mengerjakan perkalian di papan tulis.
Dalam setiap pembelajaran mata pelajaran Matematika nilai siswa dalam mengerjakan tugas latihan dari guru selalu rendah di bawah KKM yang telah ditetapkan yaitu 70,00. Dari 23 siswa kelas IV terdapat 12 anak bernilai di bawah KKM. Bahkan setiap guru memberikan tugas rumah selalu ada anak yang tidak masuk karena takut belum mengerjakan tugas Matematika pada minggu sebelumnya. Dari sinilah guru berusaha memperbaiki cara mengajar agar siswa tidak lagi melakukan hal-hal seperti pembelajaran-pembelajaran sebelumnya.

Jurnal Penelitian-1

Gambar. 1
 Kondisi Awal Peserta Didik pasif dan tiduran dalam pembelajaran

Dat nila peserta  didik  yan diperoleh  menunjukka kondisi  awapeserta didik  memiliki kemampuan mengerjakan operasi hitung perkalian yang rendah. Kondisi awal siswa dapat dilihat pada tabel hasil belajar berikut;

Tabel 1.
 Analisis Hasil Belajar Siswa tentang Pembagian dan Perkalian  Kondisi Awal.

No
Nilai      ( x )
Frekuensi  ( y )
Jumlah    ( f * x )
Prosentase Ketuntasan
1
100
0
0
Tuntas
   =   11   x  100%
         23

   =   47,82 %
2
90
2
180
3
80
9
720




4
70
3
210
Belum Tuntas
     12  x  100%
         23

    =   52,17 %
5
60
2
120
6
50
4
200
7
40
3
120
8
30
0
0
9
20
0
0
10
10
0
0
Jumlah
23
1550

Rata-rata

67,39


Berdasarkan nilahasil tugayandiberikaguru padmateri perkalian diketahui bahwa peserta didik yang beludapat mencapai kriteria ketuntasan minimal (70) masih sebanyak 12 pesertdidik (52,17%) dari jumlah peserta didik  seluruhnya 23. Peserta didik yanmencapai tingkat ketuntasan minimal sebanyak 11 peserta didik (47,82%) dari jumlah  peserta  didik  seluruhnya Nilai  rata-rata  kelas  pesert didik  67,39 dengan nilapaling tingg90 dan nilapaling rendah adalah 40.

Tabel 2.
Hasil Pengamatan Terhadap Aktivitas Peserta DidiSiklus Awal

Responden  23
Aspek yang Diamati
Memperhatikan
Mencatat
Kerjasama
Mengerjakan Tugas
Skor yang diperoleh
67
66
59
66
Skor Mak
92
92
92
92
Persentase
72,83
71,74
64,13
71,74
Analisis
Cukup
Cukup
Kurang
Cukup

Berdasarkan tabel tersebut dapat dipaparkan bahwa aktivitas belajar peserta didik dalam pembelajaran kurang bersemangat, kurang menarik. Ada beberapa anak justru tidak memperhatikan penjelasan guru, tidak mencatat materi yang penting untuk diingat, tidak ada kerjasama dengan teman yang lain dalam usaha memahami materi dan juga ada siswa yang bahkan tidak mengerjakan soal latihan.

Hasil Penelitian Siklus 1
Pembelajaran dengan Belajar Kelompok Tutor Sebaya.

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dideskripsikan, penelitmenyusu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) perbaikan. Setelah RPP disusunmaka kegiata selanjutny adalah membentuk siswa menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok dipimpin oleh 4 siswa yang paling tinggi prestasinya dibidang Matematika.
Pelaksanaa tindaka siklu pertama  ini  dilakuka pad hari  Senin tanggal 9  September dan 16 September 2013. Kegiata pembelajaradengan model pembelajaran kelompok dengan tutor sebaya ini dilakukan d dalam kelas oleh guru kelas sebagapeneliti dan teman sejawat untuk berkolaborasi.
Aktivita prose kegiata pembelajara siklus   dapa diliha dalagambar berikut ini ;
Jurnal Penelitian-2
Gambar 2
Siswa Mendengarkan cara belajar kelompok tutor sebaya

Jurnal Penelitian-3

Gambar 3.
Ketua kelompok menjadi Tutor bagi teman kelompoknya Penjelasan Tutornya

Pembelajaran dari awal sampai akhir dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah dijelaskan. Pada akhir pembelajaran dilakukan ulangan harian untuk mengetahui keber-hasilan tindakan siklus 1.

Peningkatan Pemahaman Siswa tentang Perkalian dan Pembagian.

Hasil belajar pada pembe-lajaran perkalian dan pembagian dengan modepembelajaran kelom-pok dengan Tutor Sebaya  dapat dilihat pada Tabel 2 berikut;
Tabel 3.
Analisis Hasil Belajar Siswa tentang Pembagian dan Perkalian Siklus 1

No
Nilai       ( x )
Frekuensi  ( y )
Jumlah    ( f * x )
Prosentase Ketuntasan
1
100
0
0
Tuntas =  16   x  100%
                 23

            =   69,57 %
2
90
4
360
3
80
12
960




4
70
3
210
Belum Tuntas
         =   x  100%
            23

         =   30,43 %
5
60
2
120
6
50
2
100
7
40
0
0
8
30
0
0
9
20
0
0
10
10
0
0
Jumlah
23
1750

Rata-rata

76,09


Berdasarkan        tabel tersebut hasil belajar siswa meningkat. Hasil tindakan dalam siklu pertama  menunjukka bahw sebanya 16 (69,57%)  siswa mencapa ketuntasa dala pembelajaran perkalian dan pembagian dan 7 (30,43%) siswa masih mengalami tidak tuntas Rata-rata kelas sebesar 76,09nilai tertingg90 dan nilai terendah 40.

Perubahan Perilaku BelajaPeserta didik

Hasil pengamatan keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran Matematika tentang perkalian dan pembagian  dalam siklus 1 dapadilihat dalam tabel 3 berikut.

Tabel 4
Analisis Hasil Pengamatan Terhadap Aktivitas Peserta Didi Siklus 1

Responden  23
Aspek yang Diamati
Memperhatikan
Mencatat
Kerjasama
Mengerjakan Tugas
Skor yang diperoleh
72
71
76
78
Skor Mak
92
92
92
92
Persentase
78
77
83
85
Analisis
Baik
Baik
Baik
Baik

Berdasarkan tabel tersebut dapat dipaparkan bahwa terjadi perubahaperilaku belajar peserta didik dalam pembelajaran dengan model pembelajarakelompok tutor sebaya dari  yang   kuran akti menjad aktif kuran semanga menjad semangat.

Refleksi Siklus 1

Refleksi hasil pembelajaran kelompok dengan Tutor Sebaya pada materi perkalian dan pembagian ini dapa dikemukaka beberap kekuranga yan dapa digunakan sebaga acua untu kegiata siklu berikutnya Kelemaha pad siklupertama antara lain: 1) Peserta didik  masih sering ragu ketika mengerjaka tugas latihan soal 2 peserta  didik  masih  belu tepa dalam mengerjakan soal latihan, 3) peserta didik masih sulit mengerjakan soal-soal latihan pengerjaan perkalian dan pembagian.
Kelebiha pad siklu  ini  adalah adany peningkata semanagbelaja peserta didik sehingga meningkatkan pemahaman tentang perkalian dan pembagian. Nilai rata-rata 76,09  pada siklus 1, hal ini berarti ada peningkatan sebesar  6,73. Peningkatan hasil belajar ini karena pembelajaran Matematika pad materi  menuli perkalian dan pembagian  dilakuka denga memanfaatkamode pembelajara kelompok dengan tutor sebaya Pembelajara ini   masih  perl ditingkatkan karena indikator kinerja belum tercapai.

Hasil Penelitian Siklus 2
Proses Pembelajaran kelompok dengan Tutor Sebaya.

Berdasarkan refleksi hasil pembelajaran siklus 1, peneliti menyusu RPP perbaikan, selanjutnya membentuk siswa dalam kelompok belajar dengan tutor yang telah dipilih merupakan siswa-siswa yang berkemampuan paling bagus di kelas dan di masing-masing kelompok.
Pelaksanaa tindaka siklu 2  ini  dilakuka pad hari  Senin tanggal 23  September 2013 untuk pertemuan pertama, dan pertemuan ke dudilaksanaka hari  Senin  tangga 7  September  2013 Kegiata penelitia ini dilakukan di dalam kelas oleh guru kelas sebagai peneliti dan teman sejawauntuk berkolaborasi. Aktivitas proses kegiata pembelajaran siklus 2 dapadilihat dalam gambaberikut ini;

Jurnal Penelitian-4

Gambar 4. 
Guru membimbing kelompok belajar kelompok tutor sebaya
Jurnal Penelitian-5

Gambar 5. 
Ketua kelompok menjadi Tutor bagi teman kelompoknya
              
Pembelajara kelompok de-ngan tutor sebaya  pad siklus  dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah diuraikan pada bab III. Setelapertemuan kedua dilakukan ulangan harian untuk mengetahui keberhasilan tindakan yang diberikan.

      Peningkatan Pemahaman Siswa pada Perkalian dan Pembagian.
Hasil pembelajaran materi perkalian dan pembagian dengan model pembelajaran  kelompok dengan tutor sebaya  dapat dilihat pada Tabel  4 berikut ;

Tabel 5.
 Analisis Hasil Belajar Siswa tentang Pembagian dan Perkalian Siklus 2

No
Nilai           ( x )
Frekuensi  ( y )
Jumlah     ( f * x )
Prosentase Ketuntasan
1
100
4
400
Tuntas
      20  x 100%
         23

     =   86,96 %
2
90
4
360
3
80
12
960




4
70
1
70
Belum Tuntas
    =   3   x  100%
        23
   
    =   13,04 %
5
60
2
120
6
50
0
0
7
40
0
0
8
30
0
0
9
20
0
0
10
10
0
0
Jumlah
23
1910

Rata-rata

83,04

Berdasarkan        tabel tersebut hasil belajar siswa meningkat. Hasil tindakan dalam siklu2  menunjukka bahw sebanya 20 (86,96%)  siswa mencapa ketuntasa dala pembelajaran perkalian dan pembagian dan 3 (13,04%) siswa masih mengalami tidak tuntas Rata-rata kelas sebesar 83,04nilai tertingg100 dan nilai terendah 60.

Perubahan Perilaku BelajaPeserta didik

Hasil pengamatan keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran Matematika tentang perkalian dan pembagian  dalam siklus 2 dapadilihat dalam tabel 4 berikut.

Tabel 6. 
Analisis Hasil Pengamatan Terhadap Aktivitas Peserta DidiSiklus 2

Responden  23
Aspek yang Diamati
Memperhati-kan
Mencatat
Kerjasama
Mengerjakan Tugas
Skor yang diperoleh
74
74
77
85
Skor Mak
92
92
92
92
Persentase
80
80
84
92
Analisis
Baik
Baik
Baik
Baik

Berdasarkan tabel tersebut dapat dipaparkan bahwa pembelajaran perkalian dan pembagian dengan model pembelajaran kelompok tutor sebaya, nilai-nilai karakteyan ditanamkan pada peserta didik mulai dari kerjasama, komunikatif, dapercaya diri terlihat baik           dan baik sekali.

Refleksi Siklus 2

Refleksi  hasil  pembelajaran  denga mode pembelajaran kelompok tutor sebaya  materi  perkalian dan pembagian pada siklus 2 ini adalah: adanya peningkatan semangabelajar peserta didik  sehingga meningkatkan pemahaman tentang perkalian dan pembagian dengan rata-rata kelas menjadi 83,04. Hal ini berarti ada peningkatan sebesar 6,95 dari siklus 1. Peningkatan hasil belajar ini karena pembelajaran Matematika pada materi perkalian dan pem-bagian dilakukan dengan meman-faatkan model pembelajaran kelompok tutor sebaya. Pembela-jaran ini   mencapai indikator kinerja, yakni rata-rata kelas lebih dari 75% da tingka pencapaian KKM mencapai 86,96% dari  jumlah siswa.

Pembahasan Hasil Penelitian

Proses Pembelajaran Perkalian dan Pembagian dengan Model Pembelajaran Kelompok dengan Tutor Sebaya.

Pembelajara denga mene-rapka mode pembelajaran  kelom-pok tutor sebaya  di kelas  SD Negeri Munggur, dengan materi perkalian dan pembagian, menunjukkan aktivitas belajar peserta didik        yang meningkat, peru-baha perilaku  belaja peserta  didik,  serta  pemahaman tentang perkalian dan pembagian  yanmeningkat Hal  ini   sesuai   denga pendapa Suprijon (2012:54 bahwpembelajaran kooperatif atau kolaboratif dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa secara kelompomaupun individu.
Pembelajara kelompok tutor sebaya ternyata  dapa meningkatka aktivitabelajar   peserta  didik.  Peserta  didik  yan biasany perhatianny kurang, tampak menjadi lebih antusias pada pembelajaran ini. Demikian pula pesertdidik yang sudah mulai jenuh dengan pembelajaran yang monoton dan tidabervariasi,  kembali  lebih  berkonsentrasi  da motivasi  belajar  peserta  didik untu materi perkalian dan pembagian  dala pembelajaran  ini  karen dengamodel pembelajaran tutor sebaya peserta didik yang biasanya melakukan kegiatapembelajaran  secara individu dilakukan secara kelompok (kolaboratif) dengamemanfaatkan media. Hal ini senada dengan manfaat dari media,  menurut Hamali (2000:108 antara  lain  adalah   1) menarik minat, 2) member gambaran yang jelas, 3) mempunyai tinjauan yang luas dan 4) mendorong kreativitas peserta didik.
Berdasarkan deskripsi tersebut, maka hipotesis yang diajukan diterimayakni proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kelompok dengan tutor sebaya dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik terbukti adanya peningkata keaktifan, semangat, ketepatan, kreatifitas, dadisiplin dalaproses pembelajaran kelompok tutor sebaya.
Pembelajaran kelompok dengan tutor sebaya pada mata pelajaran Matematika yang dilakukan, terlihat bahwa peserta didik belajar dengan antusiada semanga yan tinggi,  sehingg tujua yan diharapka tercapa dapenanaman nilai-nilai pendidikan karakter sesuai dengan program pemerintah secara eksplisit maupun emplisit dapa diterapkan. Maka dari itu pembelajarakelompok dengan tutor sebaya ini dapat mencapai tujuan instruksional yang ditetapkan dan dapat mencapa dampak pengiring yang diharapkan yanng berupa nilai-nilai pendidikan karakter. Hal ini  senaddenga pendapa dari  Joyce   (2011:8 yan menyataka bahw modepembelajaran yang efektif selain mencapai tujuan instruksional juga dapamerumuskan dampak pengiring yang akan ditanamkan pada anak.
Berkaitan dengan pendapat tersebut, maka penggunaan model pembelajaran kelompok dengan tutor sebaya, memang dapat menarik minat peserta didik untubelajar dan memahami materi perkalian dan pembagian sehingga peserta didik mempunyai tinjauan yang luadala menyelesaikan  masala mulai  dari  permasalaha yan muda dan sederhana hingga yang kompleks. Denga adanya keuntungan-keuntungadari  pemanfaata mode pembelajara kelompok tutor sebaya ini,   maka   hipotesis  yandikemukaka diterima yakn pembelajaran  denga memanfaatkan   modepembelajaran kelompok tutor sebaya pada mata pelajaran Matematika tetang perkalian dan pembagian  terbukti  dapa menguba perilaku  belaja peserta  didik kelas IV SD Negeri Munggur, semester 2 tahun pelajaran 2013/2014.

PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengamenerapkan model pembelajaran kelompok dengan tutor sebaya pada materi perkalian dan pembagian dapat meningkatkan hasil belajapeserta didik kelas V SD Negeri Munggur semester 2 tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata dan ketuntasan belajar pada masing-masing aspek tersebut di setiap siklusnya. Model pembelajaran kelompok tutor sebaya dapat meningkatkan perilaku belajar peserta didik menjadlebih semangat, aktif, kreatif, dan disiplinJuga dapat menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kerjasama, komunikatif, dan rasa percaya diri.
Model pembelajaran kelompok tutor sebaya dapat dijadikan sebagai alternatif bagi guru dalam memilih strategi pembelajaran yang bervariasi sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada siswa dalam proses pembelajaran. Diperlukan adanya penelitian lebih lanjut dengan perubahan strategi pada pembelajaran kelompok yang lebih bervariasi sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar serta kemampuan kerjasama siswa.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian suatu pendekatan Praktek, (Jakarta; Rineka Cipta, 1998)
Djalil Aria dkk, Pembelajaran Kelas Rangkap, (Jakarta; Depdikbud, 1977)
Erman Suherman, dkk 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Konteporer, Bandung, UPI
Hamalik, Oemar. 1994. Media Pendidikan. Bandung: Citra Adi Karya.
Hartono, Statistik untuk Penelitian, (Yogyakarta; Pustaka Pelajar, 2004)
IGAK Wardani dkk . Penelitian Tindakan Kelas. (Jakarta : Universitas Terbuka ; 2000)
Joyce Bruce Marsha Weil Emily Calhoun 2011 Models  o Teaching.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kemendiknas. 2010.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Kemendinas.
Khamim, Supodo, Pintar Matematika 5, (Jakarta;  Cipta Prima Budaya, 2006)
Koesoema, Doni. 2010. Pendidikan Karakter Startegi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grafindo.
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung; Remaja Rosda Karya, 1990. Hal 5.
Purwodarminto, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta;  Balai Pustaka, 1979)
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya, (Jakarta;  PT Rineka Cipta, 2003)
Sri Subarinah, Inovasi Pembelajaran Matematika SD, (Jakarta : DepDikNas, 2006), hlm. 1.
Sugihartono dkk Psikologi Pendidikan Tahun 2007. UNY Press.
Suprijono Agus.  2010 Cooperative  Learning  Teori  da Aplikasi  Paikem.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suyitno Amin, Dasar-Dasar Proses Pembelajaran Matematika, Bahan Ajar S1 Program Studi Pendidikan Semarang : (UNES  2004)
Suyitno Amin, Dasar-Dasar Proses Pembelajaran Matematika, Bahan Ajar S1 Program Studi Pendidikan Semarang : (UNES  2004)
Tu’u Tulus, Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa, Jakarta, PT. Grasindo, 2004.
Wina Putra U.S. Suciati Irawan P Stratei Belajar Mengajar. (Jakarta : Universitas Terbuka. ; 1997)
Zaenal A Mulyono A Tes dan Asesmen di SD. (Jakarta : Universitas Terbuka ; 2003)
Share:

Recent Posts