Jurnal Refleksi Minggu-2 Pelatihan Calon Guru Penggerak

Jurnal Refleksi Minggu ke-2

Jurnal Refleksi Minggu-2 Pelatihan Calon Guru Penggerak
Kegiatan yang harus saya ikuti pada minggu kedua diklat Calon Guru Penggerak masih tetap melanjutkan mendalami materi modul 1.1 yaitu Refleksi Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Pada awalnya kegiatan sepertinya hanya mengulang lagi tentang filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara. Tetapi setelah memasuki Ruang Kolaborasi ternyata masih banyak pemikiran-pemikiran besar Ki Hajar Dewantara yang perlu saya pelajari lebih mendalam. Dengan mengikuti secara langsung zoom meeting dengan sesepuh di Sekolah Taman Siswa Yogyakarta dan presentasi dari guru sekolah di Yogyakarta yang telah menerapkan dengan baik pendidikan sesuai dengan kerangka pembelajaran pemikiran Ki Hajar Dewantara, barulah saya tahu dan menyadari bahwa betul saya harus lebih mendalami lagi kerangka pembelajaran dan model pembelajaran sebelum menerapkannya pula di sekolah saya, di kelas saya nantinya.

Selanjutnya untuk memperdalam materi saya melanjutkan dengan menyelesaikan kegiatan di LMS yaitu kegiatan refleksi terbimbing presentasi kerangka pembelajaran yang sesuai dengan alur merdeka belajar Ki Hajar Dewantara. Pembuatan video refleksi filosofis pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam kegiatan demonstrasi kontekstual sebagai perwujudan pemahaman saya terhadap seluruh materi. Sayangnya terkendala laptop mengalami eror sehingga harus mundur waktu penyelesaian tugas saya. Walaupun akhirnya bisa menyelesaikan tugas dengan sedikit masalah bahwa video yang kami buat tidak bisa sempurna karena tidak bisa membuat video dengan audio narasi yang baik. Sehingga dengan terpaksa narasi video kami sertakan dalam bentuk artikel di blog dan halaman LMS. Mudah-mudahan ke depan bisa mengatasi kendala ini sehingga tidak ada masalah lagi.

Saya harus kembali menumbuhkan semangat untuk segera mengejar ketertinggalan saya pada pendalaman materi selanjutnya. Hal ini harus saya lakukan karena saya ternyata tidak bisa menyelesaikan seluruh kegiatan dengan tepat waktu. Hingga akhirnya pada kegiatan sesi sinkron saya bisa bersemangat kembali karena ada pendalaman materi dari pemaparan instruktur. Pemaparan instruktur mencerahkan saya karena saya merasa belum mampu secara baik menerapkan pembelajaran sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara di kelas saya.

Pembelajaran melalui LMS mengesankan bagi saya. Dan berdampak positif bagi diri saya pribadi karena menjadi tahu merdeka belajar dalam praktek langsung yang saya sadari sangat berpengaruh dapat dengan baik melatih kemandirian, kreatif dan melatih berpikir kritis untuk selanjutnya dapat dengan lancar menyelesaikan tugas dengan cara kolaborasi dan tukar pengalaman dengan CGP lain serta inspirasi dari instruktur dan motivasi dari fasilitator.

Filosofi pendidikan pemikiran besar Ki Hajar Dewantara ke depan sangat cocok untuk memperbaiki pola pembelajaran yang kurang tepat saat ini. Dimana masih banyak pembelajaran di sekolah dengan konsep tabularasa yang ternyata salah. Siswa dianggap sebagai kertas kosong, sehingga guru dianggap sebagai narasumber utama dalam pembelajaran adalah salah. Menurut Ki Hajar Dewantara pembelajaran adalah menuntun bakat dalam diri anak untuk difasilitasi menuju tumbuh dan berkembang secara maksimal. Pemikiran ini harus saya pelajari lebih mendalam untuk kemudian menerapkannya di kelas.

Tantangan bagi saya pada minggu kedua ini sangat berat menurut saya, karena terkendala peralatan laptop yang eror, kendala cuaca yang memang telah memasuki musim hujan sehingga tidak bisa setiap waktu bisa berinteraksi dengan internet. Selain itu harus juga menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari di sekolah yang tidak sedikit ditambah kegiatan menyelesaikan tugas-tugas diklat di LMS. Tentunya dengan usaha yang tidak mudah,  manajemen waktu dan menyusun skala prioritas dengan baik, semangat dan kesabaran akhirnya sedikit demi sedikit dapat kami selesaikan dengan baik.

Kesimpulan dari jurnal minggu kedua saya ini adalah sebagai Calon Guru Penggerak merasa bersyukur, pembelajaran melalui LMS dan virtual dengan instruktur dan narasumber yang berkompeten memberikan pengalaman yang baik bagi saya, pengalaman yang bermakna yang tentunya memberi pengetahuan yang nyata untuk kemudian bisa saya terapkan di sekolah dan kelas saya. Filosofi pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara sangat tepat untuk mengembalikan pada proses pembelajaran yang sebenarnya sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Dengan mengacu pada kecakapan abad 21 dengan tetap berpedoman pada Pancasila adalah langkah nyata dan tepat dalam mewujudkan profil pelajar pancasila dengan merdeka belajar.

Terima kasih.

Share:

Tidak ada komentar:

Recent Posts