Dampak Pandemi
covid-19 sangat besar terhadap pendidikan di Indonesia. Hal ini sangat
berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Hampir seluruh aktifitas pembelajaran
dilakukan secara daring. Hal ini dilakukan karena pertemuan tatap muka di kelas
dikawatirkan akan menjadi faktor penyebaran virus corona di sekolah, yang
tentunya berbahaya bagi siswa. Dengan dibatasinya kontak fisik secara langsung
dengan siswa, yang mana kerumunan siswa di sekolah dianggap akan menyebabkan
klaster penyebaran virus corona di sekolah. Maka diharuskan seluruh sekolah
malakukan pembelajaran secara daring melalui teknologi komunikasi, baik melalui
televisi, radio, maupun internet dengan menggunakan komputer dan atau handphone
siswa yang sebelumnya memang siswa dan orang tua siswa telah terbiasa
menggunakan untuk komunikasi sehari-hari.
Pandemi covid-19 menuntut semua guru dan murid untuk menggunakan
teknologi informasi dalam pembelajaran. Pembelajaran daring tentunya menuntut
guru untuk mahir dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Oleh karena
itu kemampuan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran dengan berbagai
inovasi teknologi terbaru sangat ditekankan. Siswa dan orang tua siswa hampir
bisa dipastikan telah terbiasa menggunakan handphone dengan baik di rumah. Akan
tetapi siswa jika tidak mendapatkan pengawasan dan bimbingan dari semua pihak
dalam memanfaatkan handphone, maka tidak ada yang bisa menjamin akan cenderung
digunakan pada hal-hal yang tidak bermafaat dan bahkan merugikan dirinya
sendiri dan juga orang lain di sekitarnya. Disinilah diperlukan ketrampilan dan
keahlian guru dalam membimbing dan mengarahkan siswa untuk menggunakan
handphone dan teknologi lain untuk sebesar-besar pemanfaatan yang tepat dan
baik dalam pembelajaran. Sehingga pembelajaran daring yang harus dijalankan
oleh setiap guru dalam pembelajaran dengan murid-muridnya bisa berjalan sesuai
yang diharapkan. Artinya bahwa penggunaan media dalam pembelajaran diharapkan dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa.
Setelah 2 tahun lebih pandemi covid-19 berlalu, memasuki era
kenormalan baru dengan pembelajaran tatap muka terbatas di setiap sekolah
tentunya menerapkan kebijakan yang berbeda-beda, kaitannya dengan pembelajaran
daring. Ada yang masih terus melanjutkan pembelajaran dengan secara daring, ada
yang menghentikan sama sekali dan kembali pembelajaran di kelas dengan protokol
covid-19 secara ketat. Tentunya dengan melalui berbagai pertimbangan
masing-masing sekolah dengan tujuan pembelajaran di sekolah bisa berjalan
dengan sebaik-baiknya. Demikian juga dengan SD Negeri Karangasem untuk
menunjang kelancaran pelaksanaan pembelajaran di era kenormalan baru dengan
tatap muka terbatas, mengambil kebijakan dengan menerapkan blended learning,
yaitu dengan tetap menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Akan tetapi tidak
dengan cara daring penuh, tetapi perpaduan antara daring dan tatap muka
terbatas. Dengan pertimbangan bahwa penggunaan teknologi dengan handphone
melalui aplikasi whatshapp, classroom, google form, kahoot, dan lain-lain yang
telah banyak dimanfaatkan guru dalam proses pembelajaran daring dengan siswa,
tidak begitu saja ditinggalkan karena berbagai macam aplikasi teknologi
komunikasi tersebut telah terbukti selama 2 tahun lebih dapat dimanfaatkan oleh
guru untuk melakukan proses belajar mengajar dengan baik, walaupun tentunya
banyak kendala yang pasti ditemuai oleh guru maupun siswa. Tetapi dengan
kerjasama bimbingan orang tua pada putra-putrinya dengan baik sehingga
pembelajaran bisa berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan.
Terkait dengan mutu pendidikan khususnya pendidikan pada jenjang
Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI)sampai saat ini masih jauh dari apa yang kita harapkan, dan ini terbukti
apa bila standar nilai kelulusan dinaikkan, pihak sekolah akan merasa terpukul
dengan melihat banyaknya nilai siswa yang tidak sesuai dengan standar yang
ditetapkan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penguasaan media
pembelajaran berbasis teknologi yang dipakai guru dalam proses pembelajaran
yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, hal ini tentunya juga
bisa berpengaruh terhadap hasil belajar atau tarap serap terhadap siswa.
Kemampuan
merupakan suatu yang mutlak harus dimiliki guru agar tugasnya sebagai pendidik
dapat terlaksana dengan baik. Kemampuan merupakan suatu hal yang tidak dapat
dipisahkan dari kegiatan pendidikan dan pembelajaran di jalur sekolah.
Kemampuan sebagai konsep dapat diartikan secara etimologis dan terminologis.
Dalam pengertian etimologis kemampuan dapat dikemukakan bahwa “Kemampuan
tersebut berasal dari bahasa Inggris, yakni competency yang berarti
kecakapan dan kemampuan. Oleh karena itu dapat pula dikatakan bahwa kemampuan
adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan) sesuatu. Selain itu juga dinyatakan oleh
seorang ahli bahwa “Kemampuan adalah suatu tugas yang memadai atau pemilikan
pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dituntut oleh jabatan seseorang.
Apabila pengertian diatas dihubungkan dengan proses pendidikan, maka guru
sebagai pemegang jabatan pendidik dituntut untuk memiliki kemampuan dalam
menjalankan tugasnya. Untuk itu, seorang guru perlu menguasai bahan pelajaran
dan menguasai cara-cara mengajar serta memiliki kepribadian yang kokoh sebagai
dasar kemampuan. Jika guru tidak memiliki kepribadian, tidak menguasai bahan
pelajaran serta tidak pula mengetahui cara-cara mengajar, maka guru akan
mengalami kegagalan dalam menunaikan tugasnya. Oleh karena itu, kemampuan
mutlak dimiliki guru sebagai kemampuan, kecakapan atau keterampilan dalam
mengelola kegiatan pendidikan. Dengan demikian, kemampuan guru berarti
pemilikan pengetahuan keguruan dan pemilikan keterampilan serta kemampuan
sebagai guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.
Profesi
keguruan merupakan sebuah profesi yang strategis untuk membawa angin kemajuan
pada semua aspek nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, guru tidak hanya
sekedar berfungsi menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi lebih-lebih ia adalah
pendidik yang bertugas mentrasfer dan mengembangkan nilai-nilai kemasyarakatan,
sehingga dengan demikian tugas-tugas keguruan menuntut kemampuan yang majemuk
dalam proses pendidikan, sehingga kemajuan ilmu pengetahuan, kecanggihan
teknologi dan dinamika seni yang telah dicapai sekarang ini belum mampu
menggantikan kehadiran seorang guru dalam proses belajar mengajar.
Peningkatan mutu
pendidikan disekolah dapat dicapai melalui peningkatan kualitas sumber daya
manusia (guru dan tenaga kependidikan lainya), walaupun diakui bahwa
komponen-komponen lain turut memberikan kontribusi dalam peningkatan mutu
pembelajaran. Mengingat peran pentingnya
kehadiran seorang guru pada proses pendidikan itu, maka kemampuan-kemampuan
yang seharusnya dimiliki sebagai pondasi profesinya adalah tonggak awal bagi
keberhasilannya dalam menjalankan tugasnya.Peningkatan sumber daya manusia telah banyak
dilakukan oleh pemerintah, terutama peningkatan kemampuan guru melalui
pendidikan dan pelatihan, workshop, seminar, lokakarya dan supervisi akademik.
Kenyataan selama ini kondisi pendidikan kita masih saja belum mampu memberikan
kontibusi maksimal dalam meningkatkan prestasi belajar siswa secara nasional
masih belum maksimal sesuai dengan standar minimal yang ditetapkan oleh
pemerintah.
Dari hasil pemaparan
tersebut di atas, dapat dilaksanakan Penelitian dan disusun Laporan Penelitian Tindakan Sekolah
No
Judul PTS
1
"Peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis TIK melalui supervisi akademik non-direktif pada masa pandemi Copid-19 di SD Negeri Karangasem tahun pelajaran 2021/2022”
Kompetensi guru merupakan perpaduan antara kemampuan personal, keilmuan, teknologi, sosial dan spiritual yang secara kafah membentuk kompetensi standar profesi guru. Kemampuan personal yang diharapkan salah satunya adalah menulis karya ilmiah yang terpublikasikan di perpustakaan, media cetak atau elektronik yang diakui. Terpenuhinya publikasi ilmiah akan menjadi salah satu tolak ukur profesionalitas seorang guru.
Menulis seharusnya menjadi suatu kegiatan wajib bagi guru. Akan tetapi pada kenyataannya tidak jarang guru enggan untuk menulis. Hal ini diyakini karena menulis memang lebih banyak ditentukan oleh kemauan dan ketekunan, bukan sekedar kemampuan. Semestinya guru harus lebih banyak dimotivasi untuk menulis, bisa diawali dengan mengamati tulisan karya orang lain yang telah memenuhi standar ilmiah karya tulis ilmiah guru. Selanjutnya bisa memulai dengan meniru karya orang lain dengan memodifikasi dengan cara memasukkan gagasan-gagasan sendiri sehingga selanjutnya dapat menghasilkan karya ilmiah sendiri yang baik, menarik dan berkualitas.
Karya tulis ilmiah guru adalah laporan tertulis tentang suatu kegiatan ilmiah. Karakteristik sebuah Karya tulis ilmiah guru dapat dikaji dari minimal 4 aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan substansi, sikap penulis, serta bahasa tulisan. Struktur sajian Karya Tulis Ilmiah biasanya terdiri dari pendahuluan, pokok bahasan, dan bagian akhir yang berupa kesimpulan. Sebuah Karya Tulis Ilmiah dapat dikatakan hasil dari pengembangan profesi jika memenuhi kriteria :
1. Original (Asli) artinya tulisan hasil gagasan sendiri sesuai bidang kerja guru bukan copas karya orang lain.
2. Useful (Bermanfaat) artinya tulisan itu berguna bagi setidaknya bagi penulis sebagai seorang guru dirasakan manfaatnya secara langsung oleh guru dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.
3. Scientific (Ilmiah) artinya tulisan memenuhi kaidah penulisan secara ilmiah.
4. Concistency (Konsisten) artinya bahwa karya tulis bersifat konsisten dalam mengemukakan gagasan, yaitu berupa pemikiran yang utuh, baik secara keseluruhan maupun hubungan antar bagian dalan tulisan yang disajikan.
Ada beberapa contoh Karya Tulis Ilmiah hasil pengembangan profesi, diantaranya: Karya Tulis Ilmiah hasil penelitian/pengkajian/survei/evaluasi, Karya Tulis Ilmiah yang merupakan tinjauan atau gagasan sendiri dalam bidang pendidikan, Karya Tulis Ilmiah yang berupa tulisan ilmiah populer yang disebarkan melalui media masa (artikel ilmiah populer), Karya Tulis Ilmiah yang berupa tinjauan/gagasan/ulasan ilmiah yang berupa makalah, Karya Tulis Ilmiah yang berupa buku pelajaran, Karya Tulis Ilmiah yang berupa diktat pelajaran, dan Karya Tulis Ilmiah yang berupa karya terjemahan.
Penulisan karya tulis ilmiah bagi guru dapat berfungsi sebagai rujukan/referensi untuk meningkatkan wawasan atau menyebarluaskan ilmu pengetahuan, meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikannya secara sistematis, memperluas wawasan, serta memberi kepuasan intelektual, disamping menyumbang terhadap perluasan cakrawala ilmu pengetahuan.
Sebagai guru dapat menuangkan karya tulis ilmiah dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK), artikel, Jurnal ilmiah guru, karya inovatif ataupun buku. Seluruh tupoksi guru dalam kegiatan pembelajaran di kelasnya dapat dijadikan bahan, ide/gagasan tulisan. Selanjutnya dengan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah karya tulis ilmiah dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), juga dalam bentuk artikel, Jurnal ilmiah guru, karya inovatif ataupun buku.
Berikut kami sampaikan beberapa contoh Karya Tulis Ilmiah Guru yang telah berhasil kami susun dan telah lolos dalam penilaian Karya Tulis Ilmiah Guru dan telah mendapatkan sertifikat kelulusan sebagai sebuah karya tulis ilmiah bidang pendidikan berupa laporan hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Yang merupakan tulisan hasil penelitian tindakan oleh kepala sekolah dalam rangka inovasi untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam pembelajaran di kelas.
No
Judul Karya
1
“Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka Melalui In House Training Di SD Negeri Karangasem Tahun Pelajaran 2022/2023”
Karya Inovasi Guru di atas adalah contoh Karya Inovasi Guru dengan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang telah kami lakukan dan telah lolos dalam rangka penilaian kenaikan pangkat/golongan IV/c. Inilah contoh tulisan kami sebagai guru, semoga bermanfaat dan selanjutnya tulisan-tulisan kami sedang dalam proses penilaian pada lembaga yang berwenang menilai, semoga ke depan bisa lancar. Aamiin...
Sebagai guru mungkin ada yang beranggapan sangat sulit
untuk bisa naik pangkat sampai pada golongan ruang tertinggi yaitu IV-e.
Kebanyakan hanya mentok pada golongan IV-b, walaupun sebenarnya masih ada
kesempatan untuk naik pangkat ke golongan ruang yang lebih tinggi lagi.
Berhenti pada golongan IV-b dalam waktu yang lama, bahkan ada yang puluhan
tahun tetap pada golongan IV-b sampai pensiun. Hal ini terjadi karena
mendokumentasikan setiap kegiatan guru sehari-hari dalam bentuk tulisan sangat
jarang dilakukan. Mayoritas guru menjalankan tugasnya dengan praktek langsung
di kelas bahkan tanpa bukti fisik tertulis berupa persiapan mengajar.
Kebiasaan guru
mengajar tanpa persiapan secara tertulis dokumentasi kegiatan pembelajaran di
kelas, membuat guru kesulitan dalam memenuhi unsur publikasi ilmiah dan karya
inovatif sebagai syarat utama yang harus dilaksanakan guru setelah unsur utama
kegiatan pembelajaran guru terpenuhi.
Sebagai guru jika
terbiasa mendokumentasikan kegiatannya sehari-hari dalam bentuk tulisan, maka
bisa dipastikan guru akan dengan mudah menyusun atau membuat sebuah karya dalam
pemenuhan unsur karya tulis ilmiah, publikasi ilmiah dan karya inovatif. Hal ini karena seluruh
karya guru berupa karya tulis ilmiah, publikasi ilmiah dan atau karya inovatif seluruhnya bisa
dinilaikan untuk kenaikan pangkat jika berkaitan dan menunjang kegiatan belajar
mengajar di kelas. Seluruh karya yang tidak berhubungan dengan kegiatan
pembelajaran di sekolah tidak akan dinilai untuk usul PAK.
Seluruh kegiatan
pembelajaran guru di kelas sangat mungkin dibuat sebuah karya dalam bentuk karya tulis ilmiah, publikasi ilmiah dan karya inovatif. Hanya tinggal mengikuti kaidah-kaidah
dalam penulisan karya tulis ilmiah guru.
Kaidah-kaidah
ilmiah dalam penulisan karya tulis tentunya mengikuti gaya selingkung
masing-masing daerah. Berikut adalah contoh berkas pengajuan usul kenaikan
pangkat golongan ruang IV-b ke IV-c mengikuti gaya selingkung BBGP Jawa Tengah yang
telah lolos untuk kenaikan pangkat golongan ruang IV-c periode 1 Oktober 2023.
Gambaran berkas fisik usul kenaikan PAK golongan IV-b ke IV-c saya susun sesuai
juknis kenaikan pangkat jabatan fungsional guru sebagai berikut :
Bendel B : 1.FC
PAK Terakhir Golongan Ruang
IV-b 2.FC
SK Jabatan Fungsional Guru 3.FC
SK Kenaikan Tingkat Terakhir IV-b 4.FC
SK Berkala Terakhir 5.FC
SK CPNS 6.FC
SK PNS 7.FC
Kartu Pegawai 8.FC
NIP Baru 9.FC
Kartu NUPTK 10.FC
Sertifikat Pendidik 11.FC
Ijazah S.1 + Transkrip Nilai 12.Asli
SKP Th 2021 13.Asli
SKP Th 2022
Seluruh berkas
dikemas dalam sampul map sesuai bendel. Selanjutnya dipaking dalam satu amplop untuk
kemudian berkas dikirim ditujukan kepada Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan u.p Kepala LPMP selaku Sekretariat Tim Penilai Pusat yang berkedudukan di LPMP setempat yang ditunjuk. Berkas dibuat rangkap satu dan diberi Surat Pengantar dari Dinas Pendidikan setempat, kemudian dikirim melalui PO BOX LPMP yang ditunjuk sesuai daerah pengusul PAK. Pengiriman berkas sesuai periode penilaian PAK yang diberitahukan melalui Dinas Pendidikan serentak seluruh daerah. Berikut daftar PO Box LPMP Jawa Tengah yang ditunjuk : PO Box 8543/SMBM untuk Wilayah Jawa Tengah.
Untuk mengakhiri tugas pendidikan
Calon Guru Penggerak pada Modul 3.3. ini saya akan mencoba membuat Program
dengan Prakarsa Perubahan yang sudah saya susun pada modul-mdul sebelumnya
yaitu dengan melalui Tahapan BAGJA, dengan Judul : “Pendidikan karakter
kepemimpinan siswa dengan pendekatan Pembelajaran Tutor Sebaya”.
Dalam penerapan budaya positif
sekolah, setiap memulai pembelajaran selalu diawali dengan membuat kesepakatan
bersama murid. Dalam kesepakatan kelas sebagai wujud rasa empati, sikap
kerjasama, dan kesetiakawanan sosial dalam pergaulan di sekolah dan lingkungan.
Pengajaran tutor sebaya ini dapat dimaksudkan
sebagai solusi terhadap pengajaran klasikal dengan kelas yang terlampau besar
dan padat sehingga guru atau pengajar tidak dapat memberikan bantuan
individual, bahkan sering tidak mengenal siswa satu demi satu secara dekat.
Selain itu para pendidik mengetahui bahwa para siswa menunjukkan perbedaan
dalam cara-cara belajar. Pengajaran klasikal yang menggunakan proses pembelajaran
yang sama bagi semua siswa tidak akan sesuai bagi kebutuhan dan karakteristik
setiap siswa. Maka dari itu perlu dicari metode pembelajaran yang membuka
kemungkinan memberikan pengajaran bagi sejumlah besar siswa dan di samping itu
memberi kesempatan bagi pengajaran yang memenuhi kebutuhan seluruh siswa yang
berbeda-beda. Disinilah pentingnya guru merencanakan pembelajaran
berdiferensiasi yang diharapkan dapat mengakomodir seluruh karakteristik
kebutuhan siswa yang beraga. Pembelajaran dengan pendekatan tutor sebaya dapat
menjadi solusi terhadap pemenuhan kebutuhan semua kebutuhan siswa yang tidak
terjangkau oleh pembelajaran klasikal. Dengan melibatkan siswa yang
berkemampuan paling unggul di kelas dapat dijadikan model yang dapat menjadi
peran guru dalam melakukan pembelajaran pada teman-temannya yang belum dapat menyelesaikan
pembelajarannya di kelas. Disini guru dapat berperan menjadi fasilitator bagi
kegiatan pembelajaran siswa di kelompoknya.
Teknik pembelajaran dengan metode tutor
sebaya dilaksanakan dengan membagi kelas dalam kelompok-kelompok kecil, yang
sumber belajarnya bukan hanya guru melainkan juga teman sebaya yang pandai dan
cepat dalam menguasai suatu materi tertentu. Dalam pembelajaran ini, siswa yang
menjadi tutor hendaknya mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan
dengan teman lainnya, sehingga pada saat dia memberikan bimbingan ia sudah
dapat menguasai bahan yang akan disampaikan.
Proses pembelajaran dengan menggunakan
pendekatan tutor sebaya merupakan pembelajaran yang mandiri, karena siswa
menggantikan fungsi guru untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan
belajar. Adapun tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yaitu
dalam hal meningkatkan prestasi dan motivasi belajar anak.
Aksi nyata pengelolaan program yang
berdampak pada murid di maksudkan untuk mewujudkankepemimpinan murid, program ini di lakukan
dengan harapan siswa siswi bisa menumbuhkan sikap berani dalam dirinya, berani
tampil dan mengekspresikan dirinya, memiliki rasa empati terhadap teman
terutama siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran, serta bisa
mengembangkan potensi atau bakat yang di milikinya.
Aksi nyata ini di lakukan untuk
mewujudkan langkah pengelolaan program yang berdampak pada murid dengan
berbasis pemetaan aset sekolah menggunakan tahapan BAGJA dan MELR Yang
dilakukan guna memastikan sebuah program yang berdampak pada murid. Sehingga
bisa menjadi langkah konkrit keterlibatan sebagai pemimpin dalam pengembangan
sekolah.
Selain itu alasan utama dibalik program
ini adalah pada terwujudnya wellbeing siswa atau student wellbeingdan perkembangan siswa secara holistik, siswa
yang bahagia. dan juga memiliki nilai–nilai pribadi yang unggul, berbudaya
serta memiliki karakter profil pelajar pancasila.
Tujuan program :
1.Mewujudkan program yang melatih
tumbuhnya karakter kepemimpinan murid.
2.Memberikan umpan balik dan dukungan
terhadap peserta didik;
3.Melatih peserta didik lebih cenderung
berani untuk menyampaikan pendapat dengan bahasa sederhana
4.Memotivasi dan meyakinkan peserta didik
5.Menumbuhkan kemampuan berprikir kritis
siswa
6.Menjadikan kegiatan tutor sebaya kepada
teman yangsebagai budaya positif di
sekolah
7.Melatih kemandirian siswa dalam
memecahkan masalah
8.Menumbuhkan budi pekerti dan
kepribadian yang baik kepada siswa
Hasil Aksi Nyata yang di lakukan
Dengan terlaksananya program ini,maka program ini pada dasarnya di rancang
untuk menjadi wadah berkreasi dan berinovasi bagi siswa siswi menumbuhkan
keberanian untuk tampildan juga
mengedukasi siswa akan pentingnya kepedulian pada teman yang mengalami
kesulitan belajar. Siswa-siswi perlu di perkenalkan betapa pentingnya kegiatan membantu
siswa lain yang mengalami kesulitan belajar sehingga sebagai generasi muda
penerus bangsa akan selalu menjunjung nilai karakter empati terhadap sesama. Di
perlukan sebuah pembiasaan yang menjadi sebuah budaya. Dengan pelaksanan
kegiatanyang rutin dan berkelajutan
dari program ini maka dampak pada murid dalam hal meningkatkan minat dan bakat
serta jiwa kepemimpinan dan juga kepedulian akan membuahkan hasil.
Hasil aksi nyata di SD Negeri
Karangasem ini menunjukan bahwa ada perkembangan, bahwa dalam setiap
pembelajaran siswa yang memiliki kemampuan lebih di kelas selalu menyempatkan
untuk mengajari teman-temannya yang belum bisa memahami, belum bisa mengerjakan
tugas yang diberikan guru. Tidak jarang di waktu istirahat bagi siswa yang
belum bisa baca akan selalu diajari membaca oleh temannya di kelas, di teras
sekolah maupun di tempat bermain. Salah satu hasil aksi nyata yang dapat
dirasakan yaitu tumbuhnya jiwa kepemimpinan karena dengan keberanian penuh
mampu menampilkan seorang pemimpin yang berani berdiri di depan dengan
memaparkan pengetahuannya selama pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran dengan pendekatan
tutor sebaya yang di lakukan di SD Negeri Karangasem menunjukan bahwa kegiatan ini
tidak semata–mata di lakukan di dalam ruangan kelas saja tapi bisa juga di
lakukan di tempat lain yaitu misalnya kegiatan di perpustakaan dengan di
dampingi oleh guru piket danwali
kelasdiberikan kebebasan kepada peserta
didik untuk memilih bacaan sesuai dengan minat peserta didik, namun pada
kesempatan lain mereka melakukan kegiatan dengan menggunakan HP untuk melakukan
pembimbingan bagi temannya yang mengalami kesulitan belajar, dengan HP yang
merupakan benda yang sering dipegang siswa hampir setiap saat, dimanfaatkan
untuk mengajari teman. Hal ini memungkinkan siswa lebih bersemangat, dan
menghilangkan kebosanan belajar dengan sarana buku yang biasa dilakukan setiap
hari. Dengan pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran memungkinkan siswa lebih
bersemangat. Dengan demikian apapun yang menjadi minat dan bakat peserta didik
dapat di salurkan dengan baik dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di
lingkungan sekolah demi peningkatan potensi peserta didik.
Kegiataan Tutor Sebaya di Kelas
B.Perasaan (Feeling)
Perasaan
saat merencanakan aksi nyata program yang berdampak pada murid ini adalah saya
merasa tertantang, karena program ini harus menekankan pada aspek dampak
langsung pada diri siswa, misalnya kepedulian, literasi, keimanan,
kedispilinan, dan aspek lainnya yaitu kemampuan kepemimpinan bisa menjadi bekal
siswa untuk kehidupan yang lebih baik sebagai individu maupun anggota
masyarakat.
Perasaan saat program ini terlaksana
perasaan senang dan juga optimis dengan pencapaian program yang sudah berjalan,
terlaksananya program ini tidak terlepas dari kolaborasi semua pemangku
kepentingan terutama siswa yang sangat antusias terlibat dalam program pembelajaran
dengan pendekatan tutor sebaya, guru piket perpustakaan dan rekan guru
kelas yang lain yang mengkoordinir kegiatan. Saya pun bertambah antusias
terlibat dalam program ini, baik dari murid dan seluruh pemangku kepentingan di
sekolah. Dengan respon yang baik dari warga sekolah terutama murid membuat saya
ingin terus terlibat dalam pengelolaan program ini agar lebih baik lagi ke
depannya dan dengan harapan dapat terus berkelanjutan.
Kegiatan Tutor Sebaya di Luar Pembelajaran
C.Pembelajaran (Finding) yang di dapat dari pelaksanaan aksi nyata
Pembelajaran yang di dapatkan dari aksi
nyata adalah terwujudnya kepemimpinan murid dalam pembelajaran dengan pendekatan
tutor sebaya untuk peningkatan minat bakat serta jiwa kepemimpinan,
terwujudnyakarakter siswa yang memiliki
pengetahuan dari sumber–sumber informasi yang diperoleh dan menjadi siswa yang
berani tampil dan mengekspresikan bakat maupun potensinya, pada akhirnya besar
harapan saya bahwa program ini akan bisa mewujudkan profilpelajar pancasila.
Dari aksi nyata ini saya mendapatkan
banyak pelajaran penting, yaitu bagiamana saya menyusun dan mengelola sebuah
program yang berdampak pada murid dengan pemetaan aset model BAGJA. Selain itu
saya menyadari pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk suksesnya
program ini. Saya juga belajar bahwa peran guru tidak terbatas pada
pembelajaran di dalam kelas saja namun harus peduli dan ikut terlibat dalam
mengelola program yang berdampak pada murid.
Tutor Sebaya Melatih Karakter Kepemimpinan Siswa
D.Penerapan kedepan (Future) rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang
Recana perbaikan ke depan yaitulebih mengaktifkan kembali kegiatan
intrakurikuler di lingkungan sekolah untuk memberikan bimbingan dan menjadi
wadah pengembangan minat dan bakat anak selain itu kedepannya perlu pemberian
apresiasi berupa reward kepada siswa yang memiliki prestasi akademik sebagai
bentuk dukungan untuk menambah semangat anak menampilkan kreatifitas dalam
melakukan pembelajaran dengan pendekatan tutor sebaya. Selain itu perlu
peningkatan kolaborasi guru, siswa dalam hal kegiatan tutor sebaya siswa butuh
pendampingan dan bimbingan dari guru piket perpustakaan dan Guru kelas pada
saat melakukan kegiatan, agar program ini dapat berjalan sesuai dengan yang
kita inginkan.
Berikut bentuk Aksi Nyata Pembelajaran yang berdampak pada siswa melatih karakter kepemimpinan siswa dengan pendekatan Tutor Sebaya :